5 Masjid Bersejarah Di Indonesia Dengan Arsitektur Bangunan Yang Memukau

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia memiliki ragam desain arsitektural masjid dengan keindahan masing-masing yang berbeda. Beberapa masjid diantaranya merupakan masjid yang bersejarah yang memiliki kisah panjang di belakangnya, sedangkan beberapa masjid lainnya merupakan masjid yang dibangun dengan konsep arsitektural modern yang mengagumkan.

Berikut ini ditampilkan lima masjid di berbagai daerah di Indonesia yang bersejarah serta dengan konsep desain arsitektural yang mengagumkan versi majalahasri.com

Masjid Agung Banten

masjid bersejarahMasjid Agung Banten merupakan masjid bersejarah yang masuk kategori salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanudin, putra dari Sultan Gunung Jati pada tahun 1552-1570. Masjid ini mengadopsi arsitektural khas bangunan pagoda Cina pada atapnya.

Masjid ini merupakan hasil karya arsitek asal Cina bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang berada pada sisi Utara dan sisi Selatan masjid merupakan pelengkap area masjid. Terdapat pula paviliun tambahan yang didesain dengan gaya arsitektural Belanda kuno oleh arsitek asal Belanda bernama Hendrik Lucasz Cardeel. Ciri khas lainnya adalah keberadaan menara setinggi 24 m yang juga dibangun oleh Hendrik Lucasz Cardeel.

Masjid Raya Medan

Masjid Al-Mashun atau biasa dikenal dengan Masjid Raya Medan dibangun pada tahun 1906 sampai tahun 1909. Masjid ini menjadi bukti kehebatan suku Melayu dari Kesultanan Deli. Atas permintaan Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam, masjid ini dibangun megah melebihi istana kerajaan yaitu Istana Maimun yang dahulu berada dalam satu kompleks.

Arsitek asal Belanda yaitu Van Erp menjadi penggagas awal pembangunan masjid ini, kemudian diteruskan oleh JA Tingdeman. JA Tingdeman merancang masjid ini dengan pola simetris membentuk segi delapan, mempunyai empat beranda yang memiliki kubah hitam.

Terdapat tiga beranda yang dilengkapi dengan pintu utama dan tangga penghubung yang mengelilingi ruang utama masjid. Kubah utama yang berada di tengah menutupi ruang utama masjid. Masjid ini dibangun dengan menggabungkan desain ala Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Masjid yang berada di Kota Banda Aceh ini memiliki keindahan bentuk yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia, terutama setelah peristiwa tsunami tahun 2004 lalu. Masjid yang masih berdiri kokoh ini dibangun pada tahun 1612 M pada masa Sultan Iskandar Muda.

Peristiwa penyerangan Belanda ke Banda Aceh, mengakibatkan dibakarnya masjid ini, yang kemudian dibangun kembali pada tahun 1875. Masjid dengan satu kubah ini diperluas menjadi tiga kubah pada tahun 1935, kemudian menjadi lima kubah pada tahun 1959-1968 sampai akhirnya kini memiliki tujuh kubah. Luas total masjid ini mencapai 4 hektare yang mampu menampung jemaah sebanyak 9000 orang.

Masjid Al-Akbar, Surabaya

Masjid Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini memiliki luas area mencapai 22.300 m2 mencakup area utama masjid dan area plaza seluas kurang lebih 520 m2. Masjid Al-Akbar memiliki ciri khas berupa menara setinggi 99 m dan 1 kubah utama berbentuk oval serta 4 kubah lainnya berberntuk limasan yang berwarna biru.

Masjid Al-Akbar dibangun pada tahun 1995 dan diselesaikan pada tahun 2001. Proses pembangunan masjid sempat terhenti karena beberapa hal, diantaranya karena krisis moneter yang melanda Indonesia. Masjid ini difungsikan untuk menampung berbagai kegiatan umat Islam, termasuk pelaksanaan salat Ied di hari Raya Idulfitri.

 

Masjid Ampel, Surabaya

Masjid Ampel merupakan salah satu masjid yang banyak dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh wilayah di Indonesia. Pengunjung masjid, selain untuk melakukan kegiatan beribadah di masjid ini, mereka juga sekaligus berziarah ke makam Sunan Ampel yang berada di lingkungan masjid. Masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel dengan luas 21600 m2 ini sudah berdiri sejak tahun 1421.

Kawasan Masjid Ampel yang dijadikan objek wisata religi ini dilengkapi dengan pertokoan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengunjung. Masjid Ampel memiliki limo gapuro (pintu gerbang) yang merupakan simbol dari rukun Islam. Limo gapuro tersebut adalah Gapuro Munggah, Gapuro Poso, Gapuro Ngamal, Gapuro Madep, dan Gapuro Paneksen.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY