Abdi Ahsan : Berkreasi Dengan Cahaya

abdi hasanJika arsitek berkarya dengan desain bangunan maka sosok ini berkreasi melalui rancangan tata letak pencahayaan dari sebuah ruangan. Misinya adalah membuat konsep pencahayaan yang menyatu dengan gaya dari sebuah bangunan ataupun ruangan.

Ia adalah Abdi Ahsan, salah seorang desainer lighting di Indonesia. Beragam proyek telah ia kerjakan. Contohnya, ia pernah menangani pencahayaan untuk Monumen Nasional (Monas) pada tahun 2004, mendesain standardisasi pencahayaan untuk Pertamina, serta beberapa hotel di Bali.

Ketertarikannya pada bidang lighting diawalinya saat kuliah di Jurusan Ilmu Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di ITB, Abdi mendapatkan pelajaran mengenai ilmu lighting dan ia pun mulai tertarik pada ilmu lighting. Namun, ketika itu belum banyak informasi akan ilmu tata pencahayaan secara mendalam.

Abdi membangun kariernya dari bawah. Beragam kesulitan telah dilalui sejak ia memutuskan untuk berprofesi sebagai desainer lighting hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan bernama PT Lumina Group pada tahun 2000. Tujuannya adalah untuk mengembangkan profesi desainer lighting di Indonesia.

“Saya ingin memperkenalkan dunia desain pencahayaan yang baik dan benar kepada masyarakat dan kepada para mahasiswa melalui berbagai proyek yang sudah saya kerjakan,” ujar Abdi.

Selama belasan tahun berkecimpung di dunia lighting, membuat sosok Abdi mengamati tren pencahayaan di masa mendatang. Menurutnya, pencahayaan ruangan tak lagi dibuat untuk gaya saja, melainkan juga berdasarkan human styling design.

“Rancangan pencahayaan akan fokus pada human behavior, bukan pada desain interiornya. Saya mulai membuat desain pencahayaan berdasarkan aktivitas penghuninya, efek cahaya secara psikologis, dan efek cahaya bagi kesehatan. Kami melihat ada korelasi yang nyata antara pengaruh cahaya dan sisi fisik serta sisi emosional penghuni ruangan,” ujar Abdi.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Abdi Hasan : Berkreasi Dengan Cahaya” oleh Adhitya Pratama yang terbit di majalah Asri edisi Desember 2014.

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY