Abdi Hasan, Desainer Lighting yang Fokus pada Human Behavior

abdi hasan

Jika arsitek berkarya dengan desain bangunan maka sosok ini berkreasi melalui rancangan tata letak pencahayaan dari sebuah ruangan. Misinya adalah membuat konsep pencahayaan yang menyatu dengan gaya dari sebuah bangunan ataupun ruangan.

Ia adalah Abdi Ahsan, salah seorang desainer lighting di Indonesia. Beragam proyek telah ia kerjakan. Contohnya, ia pernah menangani pencahayaan untuk Monumen Nasional (Monas) pada tahun 2004, mendesain standardisasi pencahayaan untuk Pertamina, dan proyek yang terbaru yaitu gedung Pakubuwono Signature, serta beberapa hotel di Bali.

Menurut pria kelahiran 13 November 1967 ini, setiap desain yang ia buat memiliki falsafahnya masing-masing. “Ketika mendesain, saya selalu mencari hal yang spesifik dan unik dari bangunan. Kalau tidak jeli menempatkan pencahayaan (lighting) maka hasilnya tidak akan menyatu dengan konsep bangunan,” ujar Abdi.

Selama belasan tahun berkecimpung di dunia lighting, membuat sosok Abdi mengamati tren pencahayaan di masa mendatang. Menurutnya, pencahayaan ruangan tak lagi dibuat untuk gaya saja, melainkan juga berdasarkan human styling design.

“Rancangan pencahayaan akan fokus pada human behavior, bukan pada desain interiornya. Saya mulai membuat desain pencahayaan berdasarkan aktivitas penghuninya, efek cahaya secara psikologis, dan efek cahaya bagi kesehatan. Kami melihat ada korelasi yang nyata antara pengaruh cahaya dan sisi fisik serta sisi emosional penghuni ruangan,” ujar Abdi.

Perkenalannya dengan ilmu pencahayaan bermula ketika ia kuliah di Jurusan Ilmu Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di ITB, Abdi mendapatkan pelajaran mengenai ilmu lighting dan ia pun mulai tertarik pada ilmu lighting. Namun, ketika itu belum banyak informasi akan ilmu tata pencahayaan secara mendalam.

“Saya belajar dari banyak hal seperti bertemu dengan desainer dari luar negeri, melihat bangunan yang ada di luar negeri, dan mengikuti beberapa kursus di luar negeri,” ujar pria penerima Award of Merit, International Lighting Design Award oleh International Association of Lighting Designer pada tahun 2007 ini.

Abdi membangun kariernya dari bawah. Beragam kesulitan telah dilalui sejak ia memutuskan untuk berprofesi sebagai desainer lighting. Tujuh tahun pertama berkarier di bidang ini, ia berjuang untuk membuat definisi dari pekerjaan seorang desainer lighting.

Lalu, di tahun 2000, Abdi mendirikan perusahaan bernama PT Lumina Group. Tujuannya adalah untuk mengembangkan profesi desainer lighting di Indonesia. “Saya ingin memperkenalkan dunia desain pencahayaan yang baik dan benar kepada masyarakat dan kepada para mahasiswa melalui berbagai proyek yang sudah saya kerjakan,” ujar Abdi.

Foto: M. Ifran Nurdin

*artikel ini dirangkum dari tulisan yang berjudul “Abdi Hasan: Berkreasi dengan Cahaya” di majalah Griya Asri Edisi Desember 2014 yang ditulis oleh Adhitya P. Pratama

LEAVE A REPLY