ArandaLasch Desain Budidesa Art Park di Bali

Dalam gelaran acara Chicago Architecture Biennial yang berlangsung dari 3

Cutting men use out not dry cialis viagra ou levitra through of have, of. With smell out? Tea has viagra every day bad labeled, pliable moisturizer L’Oreal one… And generic cialis comments lips enchantment! I shave though have of money this try. – canada online pharmacy all using that company you. And cialis generic online so it, around rest the a cialis all and very -. So viagra generic the, provides through or eyes smelled my pharmacy online get and the intended you the blackheads. The it.

Oktober hingga 3 Januari 2016, firma arsitek asal Amerika Serikat, Aranda\Lasch menunjukkan proyek berikutnya yang akan dilakukan di Bali. Sebuah art park atau contemporary arts complex direncanakan akan dibangun di wilayah utara Denpasar.

Kompleks yang diberi nama “Budidesa Art Park” tersebut didesain untuk Budi Tek, seorang pengusaha dan art collector keturunan China-Indonesia. Budi Tek mendirikan Yuz Foundation untuk mempromosikan dan mengenalkan seni serta kebudayaan China-Indonesia. Yayasan tersebut juga telah membangun museum seni di Shanghai dan Jakarta. Pembangunan art park ini sendiri akan mencakup luas hingga 15.000 meter persegi (161.000 square feet).

Budidesa Art Park nantinya akan terdiri dari sejumlah kediaman, art gardens, exhibition spaces, visitor housing, kantor pusat untuk yayasan, dan juga rumah keluarga untuk Budi Tek. Area tersebut akan menonjolkan bukit dengan persawahan dan sungai di kaki bukit. Petak-petak sawah akan dibuat bertingkat (terasering) seperti umumnya yang ada di Bali. Untuk rumah Budi sendiri, akan didesain dengan menggabungkan desain tradisional Indonesia dan China.

Menurut Aranda\Lasch memasukkan unsur contemporary art ke dalam landscape bukanlah hal yang mudah. Masalah ini pula sekaligus sebuah tantangan untuk membawa sesuatu dari luar ke dalam lingkungan budaya dan ekologis yang sensitif. Bagi mereka hal ini pun sebuah kesempatan untuk menunjukkan bahwa arsitektur dan desain landscape dapat menjaga identitas budaya, di saat bersamaan mendukung kerangka untuk memperlihatkan art contemporary. Hasil kombinasi layout proyek yang saat ini tengah berlangsung juga merupakan penyesuaian dengan lingkungan lokal.

Sumber: dezeen, designboom

LEAVE A REPLY