Architecture Fair Universitas Indonesia: The World Without Us

AFAIR UI

Berkenaan dengan roadshow acara, Afair UI (Architecture Fair Universitas Indonesia) mengadakan sosialisasi dan instalasi di Bundaran HI, Minggu (6/9) lalu. Acara ini merupakan satu dari banyak rangkaian kegiatan lainnya dalam Afair UI 2016 yang juga sekaligus pengenalan tema besar, “The World Without Us”.

Acara tersebut berjalan dengan dibagikannya air putih dalam gelas plastik dan memberi edukasi singkat untuk membuang sampah pada tempatnya, dalam hal ini instalasi yang diberi nama “nightmare”. Melalui instalasi tersebut, Afair UI ingin menyampaikan pentingnya peranan arsitek (us) dalam menghargai dan menjaga konteks (bumi).

AFAIR UI

Tidak bisa dipungkiri, dunia arsitektur bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Setiap kali manusia berusaha mempertahankan hidupnya, saat itu jugalah manusia beraksitektur. Namun, seiring berkembang zaman dan teknologi, tidak semua manusia memahami makna arsitektur yang baik. Ketidaksadaran itu ditunjukkan dengan cara berasitektur yang dapat merusak lingkungan dan menimbulkan dampak buruk. Instalasi ini juga diharapkan membuat kita mempertimbangkan daya dukung bumi dan menyadari bahwa alam akan selalu merespons tiap arsitektur yang manusia bentuk.

Selain roadshow, tema besar ini juga akan hadir dalam urutan acara berikutnya, pre-event, competition, dan main event pada Januari 2016 mendatang. Untuk kompetisi sendiri, registrasi online sudah berlangsung dari 19 Agustus hingga 26 September. Pengumuman lima terbaik akan dilakukan pada 8 Januari 2016, lalu penjurian akhir dan presentasi pada 27-31 Januari 2016.

Penjurian, di antaranya akan dilakukan oleh Mohammad Nanda Widyarta dan Eko Prawoto. Dalam kompetisi ini, peserta akan ditantang untuk mendesain sebuah ruang bertahan hidup (shelter). Desain tersebut diharapkan dapat merespons alam bekerja dan memanfatakan sumber daya yang tersedia secara tepat demi memenuhi kebutuhan (rasa aman).

Foto: Dok. Afair UI

LEAVE A REPLY