Ary M. Wibowo : Membangun Mental Creative Entrepreneur

“Arsitektur itu bukan hanya tentang merancang sebuah bangunan yang baik, tetapi juga tentang merancang kehidupan yang lebih baik.” – Ary M. Wibowo

Bagi sosok Ary Mardi Wibowo, menjadi arsitek tidak semata-mata membangun gedung ataupun rumah saja. Melalui profesi yang ditekuni, ia pun menemukan tujuan hidupnya yaitu membantu mantan anak-anak jalanan untuk mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

Arsitek yang biasa disapa Ary ini selalu merasa gelisah setiap kali dirinya melihat kehidupan anak-anak jalanan. Ia berpikir, seharusnya mereka berkesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Berbekal latar belakang pendidikan arsitektur yang pernah ditempuhnya dan berkat perkenalannya dengan Yayasan Kampus Diakonia Modern (KDM) di akhir tahun 2006, Ary pun menggagas sebuah ide dan konsep pendirian rumah sosial berlandaskan social creative entrepreneur. Pendirian rumah ini bertujuan membangun mental dan cara berpikir anak-anak jalanan ke depannya.

“Misi saya mendirikan Rumah Kreatif ini adalah ingin membangun mentalitas anak-anak agar menjadi creative entrepreneur. Saya ingin membuktikan bahwa dengan latar belakang apa pun kalau talenta di dalam diri anak-anak ‘disentuh’ maka mereka dapat menjadi apa saja seperti yang dicita-citakan mereka,” ujar pria lulusan Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang ini.

Sebagai tahap percobaan, di tahun 2012 Ary dan tujuh mantan anak-anak jalanan bersama-sama membangun salah satu bangunan Rumah Kreatif. Mereka berhasil mendirikan proyek bangunan rumah sosial ini dengan memanfaatkan material yang dimiliki dengan waktu pengerjaan selama satu setengah tahun.

Keberhasilan itulah yang menjadi pemacu bagi pendirian Rumah Kreatif 2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Artspace. Tempat itu yang kemudian mereka gunakan sebagai “bengkel kreatif” untuk membuat berbagai produk barang kerajinan yang terbuat dari barang-barang bekas seperti aksesori interior, patung (sculpture), lukisan, dan aksesori fashion.

Profesi arsitek yang sudah Ary tekuni selama kurang lebih 12 tahun tersebut, bukanlah merupakan tujuan akhirnya. Ary menggunakan profesinya sebagai medium untuk mencapai tujuan yang lebih besar yaitu membantu mantan anak-anak jalanan dalam menyalurkan talenta dan menemukan tujuan hidup mereka. Di masa mendatang, Ary memiliki rencana dan harapan bagi mantan anak-anak jalanan yang berada di Rumah Kreatif ini.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Ary M. Wibowo : Membangun Mental Creative Entrepreneur” oleh Adhitya Pratam yang terbit di majalah Asri edisi Maret 2016.

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY