Atraksi Seni Dalam Ruang Bambu

Berada di tengah-tengah kompleks wisata taman buah di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bangunan dari bilah-bilah bambu yang dikemas dalam sebuah bentukan arsitektur kontemporer ini berhasil mengundang decak kagum. Bangunan yang dirancang semi-terbuka ini merupakan amfiteater untuk menampilkan berbagai kegiatan seni seperti tarian, musik tradisional, wayang dan seni membatik.

Pon S. Purajatnika, arsitek asal Bandung yang sudah cukup lama menekuni arsitektur bambu, ditunjuk sebagai perancang bangunan. Arsitek merancang bangunan ini sebagai sebuah panggung semi-terbuka, bangunan ternaungi dengan atap tetapi tidak memiliki dinding masif. Dengan demikian, pengguna bangunan tetap dapat menikmati keasrian dan keindahan visual di luar bangunan yang dikelilingi berbagai tanaman buah serta indahnya view danau dan pegunungan.

Bangunan berukuran 12 m x 12 m ini dinaungi oleh atap yang disokong oleh struktur bambu yang menggunakan dua jenis bambu. Bambu betung sebagai struktur utama dan bambu apus sebagai struktur rangka penutup atap.

Gubahan atap mengambil inspirasi dari berbagai tipikal bentuk atap rumah-rumah tradisional di wilayah Sunda Besar. Karakter setiap atap kemudian digabungkan menjadi sebuah atap kontemporer yang estetis, artistik, dan kontekstual. Sebagai penutupnya atap digunakan sirap kayu ulin yang dipaku ke struktur rangka penutup atap untuk merespons kondisi site yang berangin kencang.

“Bambu adalah material yang kuat secara fisik tetapi lemah dalam hal connecting. Konstruksi bambu menggunakan baut lebih dapat dipertanggungjawabkan secara struktural dibandingkan dengan konstruksi pasak dan tali,” ujar Pon, sang arsitek.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Atraksi Seni Dalam Ruang Bambu” oleh Hafidh Aditama di majalah Asri edisi Januari 2016

Lokasi : Taman Buah Mekarsari, Cileungsi

Arsitek : Pon S. Purajatnika

Foto : Ahkamul Hakim

 

LEAVE A REPLY