Avianti Armand, Giatkan Kontribusi Meningkatkan Kualitas Ruang Publik

avianti

Sosok arsitek wanita ini tergerak hatinya membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja untuk ibu kota. Ia merasa gelisah dengan penampilan fasilitas toilet umum di ruang publik serta kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang belum layak di Jakarta.

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memang seharusnya memiliki beragam fasilitas umum yang layak untuk digunakan oleh masyarakat. Beberapa contoh fasilitas publik yang diperlukan oleh masyarakat diantaranya adalah toilet umum dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan jumlah yang memadai. Bagi Avianti Armand, kedua fasilitas umum itu telah menjadi perhatian khusus untuknya selama ini.

Toilet Publik di Ruang Publik

Sejak beberapa tahun lalu, wanita yang akrab disapa Vivi ini menggagas program bernama Toilet Publik di Ruang Publik (TPdRP). Ia mengajak sepuluh arsitek lainnya untuk memberikan usulan rancangan serta bekerja sama dengan Pemrov DKI Jakarta dalam menyediakan fasilitas toilet yang nyaman dan berestetika untuk publik.

Ia mengajukan proposal program Toilet Publik di Ruang Publik (TPdRP) kepada Pemprov DKI Jakarta, yang kemudian direspons dengan antusias dan positif oleh pihak Pemprov. “Saya sedang membantu Pemprov DKI Jakarta mengoordinasikan sejumlah arsitek untuk mengerjakan toilet publik di ruang publik,” ungkap Vivi.

Menurut arsitek lulusan Jurusan Ilmu Arsitektur Universitas Indonesia ini, lokasi yang dipilih untuk dijadikan pilot project dari program TPdRP adalah Taman Monas. Vivi menjelaskan bahwa program toilet publik di ruang publik sifatnya inisiatif pribadi. Program tersebut didasari oleh keprihatinan dirinya akan kondisi toilet umum di Jakarta, khususnya yang terdapat di kawasan Monas. Kondisi fasilitas toilet umum di kawasan tersebut sebenarnya belum layak digunakan oleh masyarakat.

“Sayang sekali area seluas kawasan Monas tidak memiliki fasilitas toilet umum yang baik. Saat ini, pelaksanaan program TPdRP tersebut sudah sampai mempersiapkan tahap konstruksi,” ujar Vivi menambahkan.

Ruang Terbuka Hijau yang Ideal

Selain aktif dalam pelaksanaan program TPdRP, Avianti Armand juga turut pula dalam proyek Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang direncanakan akan dibangun di 131 lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Jakarta.

Menurut wanita kelahiran Jakarta, 12 Juli 1969 ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ideal adalah yang terbuka dan dapat diakses untuk semua lapisan masyarakat. Namun, baginya yang terpenting saat ini adalah jumlah minimum yang telah ditentukan sebanyak 30% dapat terpenuhi dahulu. Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota ini dirasanya masih sangat kurang.

“Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu bukan sekadar berbicara tentang fungsi ekologis saja, tetapi juga terdapat fungsi sosial yang justru kita butuhkan. Dengan keberadaan RTH tersebut, diharapkan mampu mengurangi permasalahan sosial yang tengah terjadi di Jakarta,” tegas arsitek yang juga seorang penulis ini.

Foto: Tri Rizeki Darusman

Artikel ini dirangkum dari tulisan yang berjudul “Avianti Armand : Bekerja untuk Ibu Kota” yang terbit di majalah Griya Asri edisi Juni 2016 dan ditulis oleh Adhitya P. Pratama

LEAVE A REPLY