Balutan Seni Khas Indonesia Di Hotel Indonesia

hotel indonesiaKharisma yang kuat dari hotel Indonesia tak lepas dari peran Presiden Soekarno. Presiden pertama Republik Indonesia itu sendiri merupakan pecinta seni dan arsitektur. Ia menggunakan seni dan arsitektur sebagai alat untuk menyatakan sikap dan pergerakan politiknya saat itu.

Salah satu pengaruh Soekarno dalam dunia arsitektur tertuang dalam bangunan hotel Indonesia yang merupakan hotel bintang lima bertaraf internasional pertama di Asia Tenggara. Bisa dikatakan Soekarno telah memberi “jiwa” pada hotel ini walaupun tidak sedikit kritik yang menerpanya sebelum hotel ini selesai dibangun.

7373Salah satu contohnya adalah benda seni berupa relief batu andesit yang tampak di area lobi entrance hotel yang dirancang oleh Harjadi Sumodidjojo bersama dengan 54 seniman lainnya yang tergabung dalam Sanggar Sela Binangun.

Relief pada dinding seluas 68 meter persegi itu mengusung tema mengenai kehidupan masyarakat Bali. Menurut Soewarno, seorang pengajar di Institut Seni Indonesia, tema tersebut dirasa tepat untuk memberi gimmick betapa eksotiknya gaya hidup di hotel pada saat itu.  Sejak dulu hingga kini, keberadaan relief ini tetap dipertahankan.

Selain itu ada pula relief lain di dinding luar paviliun Ramayana yang merupakan karya Soerono dan menggambarkan gadis-gadis dalam balutan berbagai macam pakaian adat yang ada di Indonesia. Relief ini berdekatan dengan sebuah patung berjudul “Gadis Mandi” karya CS Sulistyo.

Benda seni lainnya adalah lukisan cat minyak di atas papan berukuran besar karya Lee Man Fong yang menampilkan kekayaan alam Indonesia, diantaranya berupa flora dan fauna. Lukisan ini dipertahankan untuk menghias lobi di muka Bali Room, salah satu function room hotel Indonesia. Ragam seni yang ‘membalut’ tiap sudut Hotel Indonesia tersebut hingga kini masih dipertahankan dan tetap menjadi kebanggaan sekaligus bukti nyata yang patut dicontoh oleh generasi masa kini.

Foto : Ifran Nurdin

1 COMMENT

LEAVE A REPLY