Bangunan Modern ‘Berselimut’ Alam Ini Mengundang Decak Kagum

Apa yang terlintas di benak Anda saat membayangkan sebuah bangunan yang ditujukan sebagai tempat pelatihan dan kepemimpinan? Sebagian mungkin membayangkan sosok bangunan tua yang kaku. Namun tidak halnya dengan Wikasatrian, sebuah pusat kepemimpinan milik PT Wijaya Karya (Persero) yang dibangun di wilayah Gadog, Ciawi.

Ada empat area utama di Wikasatrian. Keempat area utama itu adalah sebagai berikut. Wana Area merupakan sebuah amphitheater terbuka dikelilingi hutan sebagai tempat pembelajaran yang langsung berinteraksi dengan alam. Bumi Kemah merupakan “ruangan beristirahat” para peserta pelatihan yang berwujud tenda-tenda kecil yang ditempatkan di alam terbuka. Giri Boga merupakan bangunan berkonsep modern-vernacular yang berfungsi sebagai rumah makan. Yang terakhir adalah, Giri Wijaya merupakan bangunan utama berkarakter modern-kontemporer yang merupakan landmark Wikasatrian.

Pada proses desainnya, arsitek Yu Sing dari Studio Akanoma ingin menampilkan sisi lain dari kearifan lokal Indonesia sebagai negara agraris, negara maritim, dan negara berbudaya. Hal tersebut ditampilkan melalui tampak depan bangunan Giri Wijaya yang menyerupai gunung. Di bagian atas bangunan terdapat tiga “puncak” yang mewakili Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Geulis yang mengelilingi kompleks Wikasatrian.

Jika tampak depan bangunan membentuk gunung, tampak belakang bangunan justru membentuk kapal pesiar. Ini sengaja dirancang untuk merepresentasikan Indonesia sebagai negara maritim yang dikelilingi lautan.

Keunikan bangunan Giri Wijaya adalah beberapa elemen bangunannya dirancang asimetris. Tujuh sirip beton serta sebelas pilar baja yang menjadi struktur utama bangunan dibuat serupa tetapi tak sama. Angka 7 pada jumlah sirip beton merupakan angka sakral di Indonesia sedangkan angka 11 pada jumlah pilar baja bermakna welas asih (kasih sayang).

Lanskap area Wikasatrian juga merupakan sesuatu yang menarik. Banyak tanaman khas Indonesia yang tumbuh di lingkungan tersebut seperti pohon pala, cendana, jamblang, dan bisbul. Kedamaian suasana lanskap di Wikasatrian semakin lengkap dengan alunan suara alam dari binatang tonggeret (uir-uir).

Foto : Ahkamul Hakim

Lokasi : Wikasatrian di Desa Pasir Angin, Gadog, Ciawi

Arsitek : Yu Sing (Studio Akanoma)

LEAVE A REPLY