Berbagai Seniman, Ilustrator, Komunitas, dan Penggiat Kreatif Berkolaborasi  di Catalyst Art Market 6

catalyst

Berkolaborasi dengan puluhan seniman, komunitas, dan pegiat kreatif lintas divisi, Catalyst Art Market mengangkat #MyArtMyLiving sebagai tema besar dalam jangka panjang. Diadakan keenam kalinya, acara ini berlangsung pada tanggal 30 April – 1 Mei 2016 di Graha Purna Wira, Jl Darmawangsa 3 no 2, Jakarta Selatan dengan melibatkan lebih dari 50 tenant lokal dari enam kota yaitu; Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta.

Definisi #MyArtMyLiving menurut Raymond Malvin Co-Founder Kopi Keliling adalah sebuah proses berkarya yang menjadi bagian dari kehidupan seorang seniman.

“Itu alasannya kenapa Catalyst Art Market memilih tema ini dan menjadikan #MyArtMyLiving sebagai tema besar yang sangat dasar. Mulai tahun ini akan kami jadikan payung besar dalam setiap acara-acara Catalyst Arts untuk beberapa tahun ke depan,“ tutur Raymond.

Acara konferensi pers yang diadakan di Dia.Lo.Gue Artspace ini juga dihadiri oleh salah satu co-founder-nya, Windi Salomo. Dia.Lo.Gue  turut mendukung dan sepaham dengan semangat #MyArtMyLiving dan misi yang dibawa oleh Catalyst Arts karena masih berkaitan dengan semangat Dia.Lo.Gue untuk berkembang bersama dalam dunia seni. Acara Konferensi pers ini juga dihadiri oleh dua seniman muda yang akan mengisi Catalyst Art Market 6 mendatang yaitu Sarita Ibnoe dan Fika Julia.

“Kalau dari pengalaman saya, di Catalyst Art Market itu karya yang saya jual jauh beda sama buat pameran. Nggak bisa dipungkiri, memang saya butuh penghidupan dari sini. Namun untungnya, proses pencarian uang ini masih di jalan yang saya suka. Selain itu dampak yang paling terasa di Catalyst Art Market, saya juga merasa lebih bisa berinteraksi dengan seniman lain yang sebelumnya belum saya kenal,” cerita Sarita Ibnoe.

Tak hanya seniman, Catalyst Art Market kali ini juga menggandeng sebuah toko vinyl bernama Substore untuk berkolaborasi dengan mengisi acara di bagian musik. Toko vinyl ini didirikan oleh pasangan penggemar musik yaitu Aria Anggadwipa dan Intan Anggita yang sekarang cabangnya sudah tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, dan bahkan di Tokyo, Jepang.

LEAVE A REPLY