Bereksperimen dengan Unsur Geometris

Keunikan hunian berikut ini terletak pada komposisi bentuk kotak-kotak geometris yang simpel, susunan ruang yang transparan dan pencahayaan alami yang melimpah. Konsep desain hunian ini bermula dari keinginan pemilik untuk memiliki hunian modern dengan suasana yang terbuka dan “ringan”.

Sebagai arsitek muda, Catur banyak mengacu pada prinsip desain bergaya minimalis dengan menonjolkan bentuk yang “jujur” dan pengolahan alur ruang (sequence) yang “mengalir”. Pada tahap awal, arsitek membongkar rumah lama di lahan seluas 300 m2 tersebut, kemudian menggunakan sebagian lahan di bagian tengah untuk massa bangunan baru sehingga menyisakan ruang terbuka hijau yang luas terutama di halaman belakang.

Wujud bangunannya menampilkan boks-boks geometris yang posisinya diatur saling maju-mundur secara dinamis. Setiap boks diolah dengan susunan dinding masif, jendela kaca lebar, teriti dan pagar balkon dari kaca sehingga menegaskan kesan modern yang. Selain diberi finishing cat warna abu-abu, dinding tertentu seperti pagar luar dilapisi oleh batu alam agar memunculkan kesan “hangat”. Empat buah pilar pada fasad juga memberikan kesan kokoh dan diimbangi dengan jendela kaca lebar dan sorot cahaya lampu. Bukaan seperti ini diterapkan di setiap ruang untuk mengoptimalkan masuknya cahaya alami dan mengoptimalkan sirkulasi udara segar ke dalam hunian dan pandangan bebas ke arah luar.

Komposisi boks pada fasad juga mencerminkan susunan ruang dalam hunian, misalnya sebuah boks transparan berbentuk vertikal yang menunjukkan area tangga. Aksentuasinya hadir berupa pagar dari aluminium ber-finishing warna hitam yang serasi dengan keramik penutup lantai teras depan. Masuk ke dalam hunian, arsitek menyusun ruang-ruang tanpa dinding penyekat dan void di tengah hunian. Ruang-ruang yang bersifat semipublik seperti foyer, ruang tamu dan ruang keluarga ditata menyatu di lantai dasar serta bersisian dengan area tangga di pojok hunian.

Seluruh dinding ruang makan yang menghadap ke halaman belakang dibuat berupa pintu kaca geser tanpa kusen sehingga terasa suasana indoor-outdoor yang kuat pada hunian. Aplikasi kaca yang cukup banyak seperti pada pintu kamar mandi, pagar tangga dan teritis menegaskan citra modern pada hunian ini.

Dalam menata interior, arsitek bersama dengan pemilik rumah memilih furnitur dan aksesori yang simpel dan memadukan warna serta tekstur yang atraktif agar suasana hunian menjadi nyaman. Contohnya, sofa di ruang keluarga yang berlapis kain lembut warna abu-abu dipadu dengan coffee table yang ber-finishing veneer serat kayu yang “hangat”. Kursi dan meja makan yang terbuat dari bahan metal ber-finishing mengilat (glossy) menjadi pusat perhatian (eye catcher). Tata cahaya (lighting) dari lampu jenis downlight dan spotlight juga berperan memberikan kesan “hidup” pada hunian urban ini.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman di Jalan Kenanga, Semarang, Jawa Tengah
Penulis: Imelda Anwar
Fotografer: M. Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY