oleh

Cara Merawat Tanaman Bonsai

Bonsai adalah pohon yang memang sengaja dikerdilkan dengan tujuan membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan tua di alam bebas. Istilah bonsai digunakan di Jepang untuk seni tradisonal dalam pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal. Selain itu di Jepang, bonsai diapresiasi dari keindahan bentuk daun, dahan, batang dan akar pohonnya. Bahkan, pot yang digunakan untuk wadah bonsai juga menjadi kriteria bonsai itu dianggap bagus atau tidak.

Tanaman Bonsai

Bonsai merupakan tanaman yang cocok untuk diletakkan di dalam maupun di luar rumah. Untuk merawat tanaman ‘kerdil’ ini berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan. Bonsai harus mendapatkan keseimbangan yang tepat antara penyiraman, paparan sinar matahari, dan pemangkasan sehingga bonsai tetap sehat.

Penggantian Pot

Bonsai selalu ditanam dalam pot yang dangkal. Oleh karena itu, untuk mendorong pertumbuhan akar barunya pot bonsai perlu diganti. Apalagi jika bonsai Anda terus bertumbuh, Anda memerlukan pot yang lebih besar. Pastikan ada lubang pada pot yang dapat mengalirkan air keluar supaya akar bonsai tidak terendam air.

 

 Tanaman Bonsai

Siram Secara Rutin

Bonsai memang tidak boleh disiriam terlalu banyak, karena hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur dan dapat membusukkan akar. Tapi bonsai juga harus dijaga agar tidak kekeringan. Jaga kelembabannya agar tanah tidak terlalu basah maupun terlalu kering.

Jemur di Bawah Sinar Matahari

Bonsai tetap perlu dijemur. Namun, intensitas paparan sinar matahari perlu diwaspadai, jika paparannya terlalu banyak, justru akan merusak bonsai., bonsai malah bisa menjadi rusak.

Bonsai harus mendapatkan perlakuan yang tepat antara penyiraman, penjemuran di bawah sinar matahari dan pemangkasan, sehingga bonsai tetap memiliki kualitas yang baik dan sehat. Pemberian sinar matahari dilakukan setelah kurang lebih dua minggu tanaman tersebut ditanam, pada tahap pertama pemberian sinar matahari cukup 1-3 jam saja kemudian secara bertahap dapat diperpanjang.

Pemangkasan

Agar bonsai selalu tampak cantik, perlu dilakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang kurang baik. Pemangkasan juga dilakukan untuk mengendelikan pertumbuhan cabang yang terlalu cepat. Selain cabang, ranting dan daun juga perlu dipangkas untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Anda bisa memangkas bonsai satu bulan sekali, jika pertumbuhan bonsainya tergolong cepat. Namun, jika tanaman bonsai pertumbuhannya lambat, pemangkasan  cukup dilakukan dua atau tiga bulan sekali.

Pemupukan

Pemberian pupuk harus dilakukan dalam dosis yang tepat. Sebaiknya pemupukan dilakukan sebulan sekali menggunakan NPK dan urea, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan pohon bonsainya. Selain pupuk untuk tanamannya, berikan juga pupuk daun sebanyak tiga kali perbulan.

Pembasmian Hama

Hama penyakit yang menyebar dapat merusak bonsai. Untuk itu hama jangan dibiarkan dan harus segera dihilangkan. Hama yang sering menyerang tanaman bonsai adalah ulat dan wereng cokelat. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan hama tersebut adalah dengan menyemprotkan insektisida.

Foto: Ifran Nurdin

About Author: Aprillia Ramadhina

Jurnalis, editor dan penulis yang gemar melukis. Mengawali karier sebagai jurnalis sejak tahun 2011. Antusias terhadap filsafat, media, buku dan seni, terutama seni visual, seperti lukisan, patung, instalasi, desain, dan fotografi. Buku yang telah ditulis: "Turn on the Radio" (Bukune, 2015). Email: aprillia.dhina@hotmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed