Cara Tepat Mengaplikasikan Acian Semen Pada Dinding

acian semen
Gaya desain industrial yang mengekspos raw material seperti semen atau batu bata hingga saat ini masih sangat diminati. Kesan unfinished pada tampilan materialnya membuat ruangan terkesan simple dan maskulin.

Meskipun terlihat sederhana, pengerjaan acian semen pada dinding sebenarnya tak semudah yang Anda bayangkan. Salah langkah bisa menimbulkan sejumlah masalah pada dinding seperti berdebu atau retak rambut. Nah, jika Anda berniat mengekspos acian semen pada dinding, berikut ini beberapa tips cara mengaplikasikan acian semen untuk menghasilkan dinding yang berkualitas.

Plesteran dinding

Perhatikan kondisi plesteran dinding rumah yang akan Anda aci. Sebab kualitas acian semen sangat tergantung dari kualitas plesteran. Sebelum mulai proses acian, pastikan permukaan plesteran halus dan rata untuk menghemat bahan acian.

Waktu pengacian semen

Kualitas acian semen bergantung pada kondisi plesteran dinding. Maka untuk mulai proses acian, sebaiknya beri jarak waktu dengan plesteran dinding. Jika terlalu cepat maka beresiko menimbulkan keretakan pada dinding. Jarak waktu yang ideal sekitar dua hingga tiga minggu.

Kelembapan dinding

Sebelum melakukan acian, basahi dulu permukaan dinding plesteran dengan air. Hal itu dilakukan untuk menghindari acian yang terlalu kering. Sebab acin yang terlalu kering dapat menyebabkan hasil acian lunak dan permukaan dinding berdebu.

Ketebalan acian

Ketebalan acian juga mempengaruhi kualitas acian semen. Tebal acian yang ideal adalah 1 – 3 mm. Jika kurang dari 1 mm maka proses pengeringan akan terlalu cepat. Sebaliknya, tebal acian lebih dari 3 mm, maka harus dilakukan dua kali pelapisan untuk mengeringkan lapisan yang pertama.

Foto : Tri Rizeki

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY