Arsitektur

0 6

Hunian yang kami liput ini merupakan hasil rancangan gaya arsitektur modern berpadu dengan desain rumah tua yang sudah puluhan tahun berdiri. Hasilnya adalah sebuah harmonisasi ‘dua dunia’ yang kekinian.

Hunian ini terletak di kawasan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Selain terdapat kegiatan pengrajin batik, kawasan tersebut juga dikenal sebagai wilayah dengan deretan rumah tua bergaya arsitektur zaman kolonial yang tentunya memiliki sejarah dan nilai budaya tinggi.

Perkembangan kondisi di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat menggusur rumah-rumah tua tersebut. Hal itu menginspirasi sang arsitek, yaitu Arie Wibowo untuk membangun rumah baru bergaya modern sesuai kebutuhan tanpa mengubah sosok rumah tua yang sudah puluhan tahun berdiri di area itu.

Ide rancangannya adalah mengembalikan tampilan rumah tua seperti aslinya yang dipadu dengan rumah baru bergaya modern yang tepat berada di sisinya. Cara itu berhasil menghadirkan perpaduan ‘dua dunia’ yang harmonis.

Pada tahap awal, arsitek berupaya ‘menyelamatkan’ rumah tua terlebih dahulu. Elemen bangunan yang khas seperti atap perisai yang tinggi dipertahankan. Susunan dan fungsi ruangnya ditata kembali sebagaimana dahulu aslinya.

Tahap selanjutnya adalah menentukan posisi dan bentuk rumah baru dengan memperhatikan aliran udara serta menciptakan interaksi yang harmonis antara rumah baru dan rumah tua. Rumah baru tersebut diletakan di halaman belakang. Wujudnya berupa kubus simpel yang memanjang dari timur ke barat.

Untuk interiornya, Arie mengaplikasikan warna-warna cat alami serta pemakaian material yang memberi kenyamanan bagi penghuni rumah. Sang arsitek juga merancang foyer yang mengantar ke satu ruangan luas yang berisikan pantri, ruang makan dan ruang menonton televisi.

Inilah hasil kombinasi yang harmonis antara revitalisasi rumah tua dengan desain hunian modern. Diharapkan perpaduan tersebut mampu memberi inspirasi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan budaya nya.

Lokasi : Kediaman Keluarga Eddy Sandjoko, di Baron, Solo, Jawa Tengah.

Arsitektur : Arie Wibowo
Kontraktor : Prima Graha
(Disadur dari Majalah Griya Asri Edisi Juli 2012, Penulis: Imelda Anwar, Fotografer: M. Ifran Nurdin)

 

1 61

Desain hunian tropis merupakan konsep yang paling cocok untuk diterapkan di daerah beriklim tropis, seperti di Indonesia. Hunian yang kami liput ini memiliki konsep tropis dengan garis desain yang simpel.

Konsep desain hunian tropis dicirikan dengan adanya selasar atau teras yang cukup lebar, beratap miring dan setiap ruangan memiliki bukaan yang memadai. Hal itu dibuat agar dapat memperoleh cahaya matahari serta sirkulasi udara yang baik. Ciri-ciri seperti itu yang tampak pada hunian seluas 320 m2 ini.

Sang pemilik rumah yang berjiwa muda menginginkan garis desain yang simpel dan modern pada huniannya. Keinginan itu langsung terlihat dari bagian fasad hunian yang memiliki teras dan selasar. Bukaan-bukaan lebar yang diseimbangkan dengan aplikasi kisi-kisi kayu disusun secara vertikal, nampak pada beberapa sisi bangunan.

Pengunaan kisi-kisi kayu itu dilakukan untuk meredam terik cahaya matahari agar tidak sepenuhnya masuk ke dalam ruangan. Untuk menguatkan kesan hunian tropis, sang pemilik menggunakan beberapa pohon palem yang ditanam di bagian taman depan.

Pada bagian samping hunian, terdapat area kolam renang yang menjadi pusat orientasi visual bagi ruang keluarga dan kamar tidur utama. Ruang makan yang berada di bagian dalam hunian, diupayakan untuk mendapatkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik dengan dihadirkannya taman kering berukuran kecil.

Sang pemilik sengaja meminimalkan penggunaan sekat untuk menyiasati lahan yang terbatas. Terdapatnya void di lantai dua pada ruang keluarga serta adanya bukaan-bukaan kaca yang berukuran lebar dengan pemandangan menghadap ke arah taman maupun kolam renang, menciptakan kesan lapang pada hunian ini.

Adapun pemilihan warna cat dinding yang didominasi oleh warna-warna natural serta didukung dengan tata cahaya kekuningan dan penggunaan unsur fabric pada sebagian besar ruangan, mampu menghadirkan nuansa hangat dan nyaman pada rumah ini. Sebuah contoh keberhasilan yang sangat inspiratif dalam menyajikan hunian dengan desain berkonsep simple tropical yang apik.

Lokasi : Kediaman Keluarga Adyaksa & Oelistyani di Terrace Garden, Citragran, Cibubur
Pengembang : Grup Ciputra
Disadur dari artikel: Okita Sisy di Majalah Griya Asri

 

0 59

Maserati dan Zanotta berkolaborasi menghadirkan desain elegan dan inovatif melalui koleksi terbaru, yaitu Maserati by Zanotta Capsule Collection yang dirancang oleh Ludovica & Roberto Palomba. Maserati by Zanotta Capsule Collection terdiri dari tiga produk, yaitu meja tulis Maestrale, kursi Corina dan bangku santai Grandtour.

“Koleksi terbaru Maseratti by Zanotta Capsule Collection ini memadukan keunggulan Maserati maupun Zanotta. Baik dari segi desain, gaya maupun kualitas material yang digunakan. Rangkaian produk istimewa tersebut kini hadir di Indonesia melalui vastuhome,” ujar Zaky Makarim, Division Manager pt. Datascrip.

set-of-corina_maestrale

4 153

Akhir-akhir ini pembangunan apartemen berukuran kecil semakin marak. Hal ini sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat kota, terutama di kalangan eksekutif dan keluarga muda yang menginginkan hidup efisien dan praktis dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Salah satu terobosan itu adalah menggabungkan fungsi tempat tinggal dengan tempat kerja atau tempat usaha (Small Office Home Office-SOHO) dalam satu lokasi. Hal ini merupakan keunggulan sebuah apartemen yang berlokasi di jantung Kota Surabaya, interior show unit apartemen yang berada dalam kawasan Ciputra World.

SOHO yang didesain oleh konsultan internasional dari Singapura ini berkonsep mezanin yang merupakan solusi bagi entrepreneur, pengusaha jasa, dan profesional muda yang menginginkan ruang kerja yang modern, praktis, nyaman, dan berfasilitas lengkap. SOHO yang berlokasi di Surabaya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibangun di area tersebut.

SOHO ini didesain dengan konsep loft dengan interior mewah setinggi 5,6 m yang memiliki pemandangan yang spektakuler seperti city view, golf view, mountain view, dan sea view yang indah.

cover-jan14Artikel selengkapnya mengenai “A Lifestyle SOHO” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 15 No. 01 Januari 2014.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Fotografer: M. Ifran Nurdin

2 128

Asep Awaluddin yang merupakan seorang arsitek sekaligus pemilik rumah sudah menempati rumah ini selama dua tahun bersama keluarga kecilnya. Meskipun membangun di atas lahan seluas 144 m2, Asep tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan aktivitas dan ruang untuk keluarga kecilnya tersebut. Dalam rancangannya, arsitek menghadirkan setiap ruang-ruangnya dalam luasan yang memadai sehingga tetap terasa nyaman untuk beraktivitas. Selain hadir dalam ruang-ruang yang serba-terbuka dengan pola ruang yang mengalir, salah satu solusi menghadirkan ruang-ruang yang memadai tersebut adalah dengan ìpermainanî split level. Hal ini terlihat pada pembagian zona ruang ke dalam dua lantai yang disisipi juga dengan dua level mezanin. Salah satu hal yang membuat rumah ini terlihat berkarakter adalah tampilan akhir pada rumah modern tropis ini. Untuk memberikan ìnyawaî pada bangunan tropis, arsitek banyak memilih material alam ekspos pada tampilan akhirnya. Adapun sentuhan unfinished yang sengaja dihadirkan memberikan kesan yang lebih memikat dan unik. Pada fasad bangunannya, selain aplikasi batu andesit, batu kali yang disandingkan dengan beton ekspos dan batu bata merah ekspos dari Cikarang memberikan aksen tersendiri di antara warna monokrom yang dominan. Pada bagian dalam, aplikasi material ekspos dengan sentuhan unfinished tetap dapat ditemui. Namun, untuk memberikan kesan yang lebih nyaman, arsitek banyak menggunakan material kayu. Misalnya, untuk aplikasi pada lantai dan pada furniturnya.

Cover-asri-oktober13Artikel selengkapnya mengenai “Exposed Material & Unfinished Look” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 14 No. 10 Oktober 2013. Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 
Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 64

Vila milik keluarga dari belanda ini merupakan satu karya renovasi hasil Jeghier arsitek. berdiri pada tahun 1995, pemilik vila sengaja ingin mempertahankan fondasi dan struktur asli bangunan vila yang berlokasi di kawasan Jimbaran, bali ini. Di kawasan bukit Jimbaran, pemandangan indah dan hijauan yang luas menjadi nilai plus untuk menikmati hari-hari di vila ini.

Sebelum melakukan renovasi pada bangunan vila ini, sang arsitek yaitu Komang Suardika Jeghier dari Jeghier Architect Bali, mengobservasi langsung ke lokasi untuk melihat seberapa baik keadaan struktur eksisting dan potensi apa saja yang dapat diangkat pada lahan ini.

Secara struktur, bangunan vila ini masih dalam keadaan yang baik sehingga Komang pun dapat melanjutkan proses renovasi tanpa mengganti fondasi dan struktur bangunan. Beberapa kebutuhan tambahan, termasuk ruang-ruang baru dihadirkan dengan cara menambah struktur baru sehingga vila ini dibangun menjadi dua lantai.

Potensi alam dari kawasan yang ada pada Bukit Jimbaran ini, menjadi alasan yang cukup kuat untuk membuat bangunan modern tropis sebagai konsep arsitekturalnya. Dalam hal ini, pilihan material yang terinspirasi dari kawasan alam sekitar seperti penggunaan struktur kayu ekspos dan atap alang-alang. Di atas lahan seluas 2500 m2 dengan total bangunan seluas 578 m2, vila ini dikelilingi kekayaan alam yang begitu indah.

Melalui konsep bangunan modern tropis inilah, bangunan dan ruang hijau terbuka seolah-olah menyatu. Kehadiran kolam renang yang merupakan fasilitas di vila ini dibuat overflow untuk memberikan pandangan yang luas seolah-olah tanpa batas ke arah vista. Adanya penambahan bale di dekat kolam renang melengkapi aktivitas relaksasi dan bersantai.

Cover-ASRI-September-13Artikel selengkapnya mengenai “Eksplorasi Potensi Alam Jimbaran” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 14 No. 09 September 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Dok. Jeghier Arsitek

2 90

Rumah tinggal didirikan berdasarkan kebutuhan penghuninya. Fungsi utama rumah biasanya adalah sebagai tempat tinggal bagi penghuninya. Tetapi ada kalanya, penghuni rumah membutuhkan fungsi-fungsi lainnya. Seperti rumah di Jakarta Selatan ini.

Pemilik rumah memiliki beberapa kebutuhan ruang yang hendak diakomodasi di kaveling ini yakni hunian serta kantor konsultan di bidang properti. Oleh karena itu, arsitek Aang Wirawan kemudian mengolah bangunan yang berada di atas lahan 1200 m2 itu.

Arsitek membagi massa bangunan menjadi tiga bagian yakni massa bangunan paviliun yang paling dekat dengan akses masuk kaveling, massa bangunan utama dua lantai dengan ukuran yang paling luas, dan massa bangunan penunjang tiga lantai yang difungsikan menjadi area servis dan area kantor.

Di sisi lain, akses masuk (entrance) menuju ketiga massa bangunan didesain menjadi satu yakni menggunakan koridor di sisi depan bangunan sehingga menimbulkan kesan terpadu meskipun terdiri dari beberapa massa bangunan. Penempatan massa bangunan tidak berdempet sehingga menimbulkan jarak antarmassa bangunan.

Antara massa bangunan paviliun dan massa bangunan utama, dijadikan teras berupa tempat duduk yang nyaman dengan view ke arah kolam renang.

Bagaimana pengaturan eksterior bangunan ini? Bagaimana penataan interiornya?

Cover-Asri-Juni13Artikel selengkapnya mengenai Rumah Multifungsi dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 14 No. 06 Juni 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: Ahkamul Hakim

27 281

Setiap rumah niscaya dirancang untuk membuat nyaman penghuni yang berada di dalamnya. Selain memenuhi fungsi-fungsi yang dibutuhkan, rumah juga mencerminkan selera pemiliknya.

Hal inilah yang berusaha diwujudkan oleh Olivia Herman, pemilik sebuah rumah tinggal di kawasan Taman Permata Buana, Jakarta Barat. Di atas lahan seluas 300 m2, Olivia merancang sendiri rumahnya dengan langgam fasd bangunan neo-klasik yang berkesan megah.

Olivia menginginkan rumah yang bernuansa modern serta glamor. Selain itu, Olivia juga menghendaki rumah yang dapat menjadi tempat pelepas penat setelah berkuat seharian dengan pekerjaannya. Dia mengharapkan rumah dengan sarana yang dapat memfasilitasi relaksasi ala hotel di rumah sendiri.

Relaksasi ala Hotel

Untuk membangun rumah yang nyaman buat relaksasi, pemilik menempatkan kolam renang di ruang dalam (indoor) yang terintegrasi dengan ruang-ruang lainnya. Dengan aksen air terjun di salah satu sisinya, kesejukan dari gemericik ari inisudah dapat dinikmati sejak memasuki foyer.

Penempatan tanaman artifisial serta akuarium yang didesain custom pada pinggir kolam
renang pun menambah kesegaran bagi mata yang memandang.

Suasana bersantap dengan view kolam renang ala hotel merupakan ide pemilik rumah dalam neta area mezanin. Baginya, dengan terdapatnya gemericik air, kehadiran unsur tanaman serta plafon yang tinggi dan penggunaan skylight yang transparan pada atap memberi sensasi bersantap yang mengasyikkan.

Optimalisasi Lahan

Salah satu yang menarik dari rumah ini adalah optimalisasi lahan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi yang diinginkan. Dengan lahan seluas 300 m2, rumah berlantai tiga ini terasa lapang karena minimnya penggunaan sekat pada ruang-ruang utamanya.

Bagaimana strategi optimalisasi lahan pada rumah ini?

Cover-ASRI_FebruariArtikel selengkapnya tentang “Relaksasi di Rumah Sendiri” dan aneka artikel lainnya tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan bisa dibaca di Majalah Griya Asri Volume 14 No 02, Februari 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-writer: Sumardiono

2 76

Dewasa ini, sebagian besar hunian urban tampil berlanggam modern dengan karakter bentuk geometri tegas serta meminimalkan detil yang tidak perlu. Sosok bangunan yang cenderung “kaku” tersebut kemudian diimbangi dengan elemen yang “lebih lunak” seperti tanaman, elemen air, dan material yang berkesan alami seperti kayu dan batu alam.

Selain itu, iklim Indonesia yang tropis memiliki karakteristik khas yang membutuhkan penanganan yang baik agar dapat dihuni dengan aman dan nyaman.

Karakter hunian yang seperti itulah yang diwujudkan pada sebuah hunian seluas 500 m2 di kawasan pantai Jakarta Utara.

Climate Modifier
Sisi depan hunian ini menghadap ke arah barat yang senantiasa mendapat pancaran sinar matahari sore. Dengan demikian, orientasi ruang-ruang pun mengarah ke sisi belakang bangunan, sedangkan fasad bangunan dibuat “lebih tertutup” melalui secondary skin dan taman depan yang rimbun sebagai penghalang sinar matahari.

Hunian ini berlokasi di sebuah kompleks perumahan yang berada di dekat pantai sehingga membuat area hunian rawan terkena limpahan air laut saat pasang. Salah satu upaya mengantisipasi agar air laut tersebut tidak masuk ke dalam hunian adalah dengan meninggikan bangunan sampai sekitar 5 meter dari muka jalan.

Dengan penyelesaian yang baik berupa taman depan yang melandai, sosok bangunan dapat terlihat tidak terlalu tinggi dan tampak proporsional. Dengan ketinggian tersebut, entrance yang berada di lantai satu diakses dengan tangga beton melingkar yang sekaligus merupakan aksen dari massa bangunan yang berbentuk serbakotak.

Untuk mendapatkan penghawaan alami yang baik, di dalam ruang keluarga dibangon plafon yang menerus dan membentuk void sampai lantai dua. Selain itu, bukaan ke arah kolam renang yang berada di sisi ruang kelurga juga membuat aliran udara menjadi lebih baik.

Penataan Ruang
Bentuk lahan hunian ini menyerupai bentuk kipas, yakni melebar di sisi belakang serta sedikit melengkung di sisi depan.

Saat mendesain layout ruang, arsitek membuat ruang keluarga di lantai satu sebagai prioritas utama. Ruang keluarga dirancang agar mendapat view maksimal menuju dua sisi outdoor, yang terdapat taman dan kolam renang. Penggunaan dinding kaca juga membuat view ruang menuju area outdoor menjadi lebih leluasa.

Sementara itu, pada ruang makan dan pantri yang letaknya bersebelahan dengan ruang keluarga digunakan sliding door aluminium berkisi-kisi agar dapat menikmati taman rimbun di sisi depan bangunan.

Bagaimana perpaduan antara yang alami dan modern pada rumah ini diimplementasikan?

Cover-ASRI_FebruariArtikel selengkapnya tentang “Menikmati Suasana Alami di rumah” dan aneka artikel lainnya tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan bisa dibaca di Majalah Griya Asri Volume 14 No 02, Februari 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 
Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-writer: Sumardiono

1 54

Rumah merupakan tempat berkumpul para anggota keluarga. Oleh karenanya, penting untuk membangun rumah yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga dan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya, baik dari sisi fungsional maupun estetis.

Berlokasi di salah satu kawasan padat Kota Jakarta Selatan, rumah keluarga Dedi Panigoro berdiri dengan lingkungan yang terasa tenang dan jauh dari suara bising kendaraan. Rumah ini merupakan perwujudan harapan Dedi terhadap akan rumah yang nyaman sebagai tempat beristirahat dan tempat berkumpul bersama keluarga ataupun kerabat. Rumah ini dirancang oleh Arya Abieta, seorang arsitek yang kebetulan juga kerabat Dedi Panigoro.

Kondisi lahan di tanah seluas 1400 m2 ini berkontur, terutama pada bagian belakang. Arya Abieta mengajukan konsep rumah dengan lantai basemen untuk mengurangi proses cut and fill. Area semibasemen tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai ruang servis dan area kolam renang sesuai dengan permintaan sang pemilik rumah.

Untuk lantai satu dan lantai dua, arsitek merancangnya sebagai area keluarga yang dibedakan berdasarkan zona publik dan zona privat.

Zona publik di lantai satu terdiri dari ruang makan dan teras outdoor di depan kolam renang. Di lantai satu ini, ada zona privat yang berfungsi sebagai ruang menonton TV privat dan kamar tidur utama.

Bagaimana rancangan rumah Dedi Panigoro?

Artikel lengkap tentang ìRumah Kekeluargaan Dedi Panigoroî dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 14 No. 01, Januari 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-writer: Sumardiono



DLM

Random Post

0 65
Omah Sinten adalah sebuah hotel butik yang berlokasi di kawasan Ngarsopuro, tepatnya di depan area masuk Keraton Mangkunegaran, Solo Jawa Tengah. Menurut Slamet Rahardjo, pemilik...