Taman

0 27

Sebuah shopping mall baru, hadir di tempat bergengsi di Kuta-Legian, Bali yaitu The Beach Walk. Berbeda dari konsep mal pada umumnya, tempat ini juga menjadi fasilitas wisatawan yang tidak pernah sepi pengunjung. Taman yang melengkapi mal menjadi ìsajianî tersendiri sehingga mal ini memberikan sensasi berbelanja sambil berwisata.

Konsep The Beach Walk dirancang semiformal untuk mengakomodasi gaya hidup pengunjung yang berkunjung ke daerah Kuta. Jajaran toko-toko yang menjual barang bermerek dihubungkan dengan selasar semi-terbuka yang terkoneksi lagi dengan taman sehingga menampilkan sebuah suasana belanja yang lebih kasual. Anggia Murni dan tim dari Tropica Greeneries merancang dan memvisualisasikan konsep tamanyang melengkapi mal sehingga terwujud konsep ideal sebuah tempat wisata dan tempat belanja tersebut.

Konsep bangunan terdiri dari massa bangunan utama tiga lantai berbentuk gelombang membuat formasi huruf U yang menghadap ke arah pantai. Selanjutnya, dua massa bangunan berbentuk oval satu lantai (POD) mengisi ruang di tengah massa bangunan utama tersebut. Antar-massa bangunan terkoneksi oleh taman dan kolam yang disebut oasis sehingga menyerupai konsep sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Konsep layering bangunan tersebut menciptakan dimensi sehingga ketika pengunjung berada pada ketinggian yang berbeda akan melihat view dengan dimensi pandang yang tidak sama.

Cover-ASRI-September-13Artikel selengkapnya mengenai “Green for Cooling” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 14 No. 09 September 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

4 23

Rumah yang berlokasi di kawasan hijau Jakarta Selatan ini sangat hening, teduh, dan asri. Bentuk kavling tanahnya “mengantong” sehingga mendukung terciptanya suasana privasi bagi para penghuninya.

Tiga tahun lalu, tim Griya Asri pernah berkunjung dan meliput rumah tinggal keluarga Achmad Sadat di kawasan Jakarta Selatan ini. Ketika itu, rumah dua lantai tersebut baru saja dibangun dengan taman yang masih baru dibuat.

Sekian tahun berlalu, tanaman di taman tersebut sudah tumbuh subur. Beberapa pohon tinggi sudah terlihat bentuk dan fungsinya, tanaman “dolar” berdaun lebar sudah menutupi hampir seluruh dinding putih pembatas kaveling. Semak-semak pun sudah menghijau di sekeliling rumah sehingga terasa suasana sejuk dan teduh yang memang ingin diciptakan.

Pemilik rumah menghendaki taman hijau yang sarat dengan tanaman-tanaman yang berkarakter unik dan jarang dijumpai di taman pada umumnya. Itulah sebabnya, ditanam beberapa pohon langka seperti Sausage tree (Kigelia pinnata), Buttercup tree (Cochlospermum),kamboja (Plumeria rubra), Potato tree (Solanum macrantum), dan pohon lontar (Borassus flabellifer). Di samping itu, juga ditanam beberapa koleksi tanaman merambat yang berbunga atau berbuah cantik seperti
Thunbergia grandiflora bunga ungu, Congea tomentosa yang berbunga soft pink, Nepal trumpet (Beaumontia murtonii) berdaun lebar dengan bunga putih beraroma harum, dan Maliatong (Petraeovitex wolfei) dengan bunganya yang seperti air hujan berwarna kuning ceria.

Selain mengutamakan keindahan, pemilik rumah juga menghendaki taman dengan elemen tanaman yang di dalamnya dapat menjadi unsur edukasi bagi anak-anaknya yang sedang menginjak usia remaja. Sebagian lahan tamannya ditanam tanaman obat-obatan dan tanaman produktif yang ditempatkan pada salah satu area di depan ruang kerja dan ruang makan. Posisi
area yang agak curam tersebut dibuat berundak dengan ditanam beragam tanaman obat-obatan dan tanaman bermanfaat yang mengisi media tanamnya antara lain jahe merah, kumis kucing, lidah buaya, dan cabe rawit. Ada pula tanaman mengkudu, alpukat, nangka, dan pisang.

Artikel lengkap tentang ìDesain Taman yang Hening dan Memukauî dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 12, Desember 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-writer: Sumardiono

0 15

Floriade adalah ajang pameran hortikultura berstandar internasional yang diselenggarakan sepuluh tahun sekali oleh Belanda. Tahun ini merupakan kali keenam penyelenggaraan Floriade, yang merupakan pameran akbar tersebut.

Ajang pameran yang diselenggarakan selama enam bulan tersebut selalu diselenggarakan di tempat-tempat yang berbeda. Kota-kota kecil yang memiliki potensi dan bentang alam yang indah diusulkan, selanjutnya dibangun menjadi ajang pameran lengkap dengan infrastruktur terbangun yang menyerupai sebuah ajang pameran di antara kota terbangun.

Floriade 2012 kali ini diselenggarakan di Venlo, sebuah desa kecil yang berlokasi di sebelah utara Provinsi Limburg, Belanda. Dalam sekejap, desa kecil itu menjadi pusat perhatian dunia. Alamnya yang berbukit-bukit dan subur diubah menjadi ajang pameran “Floriade 2012”. Desa yang semula sunyi senyap mendadak “bangun” menerima kunjungan tamu dari segala penjuru dunia.

Floriade diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Semua peserta, termasuk Indonesia, berlomba memamerkan kekhasan lanskapnya dibalut dengan karakter budaya setiap negara.

Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 5 April sampai tanggal 7 Oktober 2012 atau selama musim semi (spring), musim panas (summer) dan menjelang musim gugur (autumn). Ita Burhan kontributor majalah Griya Asri yang berprofesi sebagai arsitek lanskap merekam perjalanan wisata ke “Floriade 2012” pada bulan April lalu untuk pembaca setia Griya Asri.

Pameran “Floriade 2012” baru saja dibuka ketika Ita bersama dengan beberapa rekannya dari Indonesia dan Singapura tiba di sana. Udara terasa hangat di Venlo meskipun tidak merata dijumpai di belahan Eropa lainnya. Sekali-sekali terlihat langit biru yang menampilkan pemandangan kontras di antara hijau dan hamparan warna-warni tulip yang tersebar di mana-mana. Namun, keinginan untuk menjelajahi area pameran Floriade yang kebanyakan di ruang luar tidak menyurutkan niat mereka.

Pameran Floriade 2012 terbagi dalam lima pengelompokan area yaitu Relax and Heal, Green Engine, Education and Innovation, Environment dan World Show Stage serta dilengkapi dengan garden and pavillion yang diikuti oleh 100 peserta.

Beberapa negara tampil memukau dalam pameran bunga Floriade 2012 ini. Paviliun Indonesia mengangkat tema bangunan tradisional khas daerah antara lain Jineng Bali dan rumah Batak dengan taman tropis khas Indonesia dengan menghadirkan unsur danau, air terjun dan sawah.

Liputan tentang “Pameran Bunga Floriade 2012” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 08, Agustus 2012

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ita Burhan
Co-writer: Sumardiono

3 36

Taman vertikal adalah kebutuhan masyarakat perkotaan. Dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, dibutuhkan inovasi untuk membuat taman, yang salah satunya adalah dalam bentuk taman vertikal.

Ide membangun taman vertikal itulah yang muncul untuk menyiasati sempitnya lahan yang tersedia untuk taman di sebuah rumah di Karawaci. Taman vertikal ini melengkapi obsesi utama pemilik rumah yang ingin menampilkan bangunan resor bernuansa Bali.

Taman Vertikal di atas Bidang “Sejengkal”

Untuk membuat desain taman di rumah ini, desainer taman hanya menggunakan “sejengkal” bidang vertikal, yang diimplementasikan pada bidang di sisi kiri dan kanan yang membatasi dengan bangunan tetangga, serta dinding di sisi muka bangunan. Bahkan pada satu sisi, area taman juga diterapkan di lantai dasar menerus ke lantai kedua.

Artinya, pada areal yang terbatas bahkan tanpa lahan pun, taman tetap dapat dibuat dan didesain secara vertikal, yang terlihat kesuburannya dan tidak kalah dengan taman biasa, yang ditata di area horizontal pada umumnya.

Karena tidak semua area tanam memiliki kondisi yang sama dalam hal kemudahan memperoleh cahaya matahari, hal itu disiasati dengan memilih tanaman yang berbeda, disesuaikan dengan ketersediaan cahaya matahari.

Untuk area yang hampir sepanjang hari berada di areal gelap, dipilih jenis tanaman yang suka dengan kondisi teduh seperti Begonia, Philodendron, pakis, kadaka, dan Scindapsus. untuk area yang pada waktu-waktu tertentu mendapat cahaya matahari, bisa dipilih tanaman yang lebih bervariasi dengan tanaman yang daunnya bercorak dan berbunga seperti anggrek Phalaenopsis. Untuk area yang mendapatkan cahaya matahari penuh sepanjang hari akan lebih banyak jenis tanaman yang bercorak warna sebagai pilihan.

Struktur Taman Vertikal

Sistem media tanam untuk proyek vertical garden ini menggunakan kantung kain sintetis polipropiline yang dipasang pada struktur rangka baja. Sistem ini mudah diaplikasikan karena dapat didesain customized dan disesuaikan dengan situasi di lapangan. Ada beberapa pilihan harga yang ditawarkan, sesuai dengan jenis konstruksi rangka yang digunakan, lokasi pemasangan dan tingkat ketinggian bidang vertikal.

Sistem irigasi menggunakan sistem otomatis dengan selang-selang halus yang disembunyikan di bawah lapisan kantung kain sintetis. Frekuensi penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan, rata-rata tiga kali sampai empat kali dalam sehari dengan lama penyiraman masing-masing dua menit sampai lima menit. Di antara pekerjaan penyiraman rutin hendaknya diberikan pemupukan dengan pupuk cair yang diaplikasikan bersama dengan saluran irigasi.

Dengan sistem media tanam dan struktur seperti ini, dalam waktu 3 bulan sampai 6 bulan tanaman akan tumbuh dan menutupi permukaan vertikalnya sehingga menjadi dinding hijau yang menawan dan indah. Pencahayaan semakin membantu menegaskan keindahan pola dan tekstur taman tersebut.

Liputan tentang “Membuat Taman Vertikal Bergaya Resor” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 06, Juni 2012

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: Rumah Tinggal di di Kawasan Lippo Karawaci – Tangerang
Lanskap: Decky Rinawan dari PT Indonesia Greenwall

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-Writer: Sumardiono

2 9

Desain taman dan rumah yang nyaman adalah harapan semua orang. Rumah merupakan salah satu tempat berkontemplasi yang  paling tepat karena sangat dekat dengan lingkungan dan aktivitas sehari-hari. Rumah dan taman yang nyaman adalah ibarat sebuah sanctuary house bagi para penghuninya.

Mengatasi  Tantangan Panas Pantai Utara Jakarta

Konsep taman yang nyaman itu dapat dirasakan saat kunjungan ke sebuah taman rumah tinggal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sosok bangunan modern tropis yang berdiri di atas lahan 1.080 m2.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Denny Gondo yang bekerjasama dengan Ita Burhan untuk konsep ruang luarnya. Kedua arsitek tersebut mewujudkan konsep sesuai keinginan pemilik rumahuntuk memiliki rumah yang tidak hanya mengutamakan keindahan dan kemegahan tetapi juga mengutamakan kenyamanan yang mencerminkan ekspresi pribadi sang pemiik rumah.

Tantangan untuk rumah ini adalah panas terik matahari karena rumah ini terletak sangat dekat dengan Pantai Utara Jakarta. Tantangan ini dipecahkan dengan membuat halaman asri di halaman rumah untuk menetralisir panas terik matahari. Kulit luar wajah bangunan yang didominiasi warna hitam-abu-abu pada fasad rumah semakin mereduksi efek cahaya matahari.

Sisi muka bangunan ini dipenuhi dengan kehijauan pada sisi muka bangunan yang didesain transparan. Jajaran pohon Podocarpus elangetus di sisi muka yang mulai tumbuh tinggi dan rapat seolah-olah menjadi pagar yang melindungi privasi penghuni dan menghalangi pandangan yang terlalu terbuka ke arah dalam.

Desain struktur “pagar” uah berundak-undak merupakan area tanam bagi tanaman yang berfungsi sebaga pagar dan “diperlunak” dengan tanaman cendrawasih (Phyllanthus myrtifolius).

Taman Belakang Nan Hijau

Taman belakang didominasi dengan warna hijau sesuai dengan keinginan pemilik rumah yang sangat menyukai tanaman yang berwarna hijau. Sebagai pelengkap taman belakang, ditanam sebuah pohon ketapang kencana (Terminalia montali) yang tajuknya sudah melebar dan meneduhi sekitar.

Pohon-pohon yang strukturnya tinggi seperti Schizolobium parahyba, damar (Agatis dammara), kamboja (Plumeria obtuse), dan pule (Alstonia scholaris) merupakan penyeimbang terhadap skala bangunan yang tinggi.


Liputan lengkap tentang “Sanctuary Backyard: Desain Taman Belakang yang Nyaman” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 05, Mei 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-writer: Sumardiono

2 17

Ruang luar bukan hanya halaman yang berfungsi untuk estetika, tetapi dapat juga indah dan sekaligus memiliki fungsi yang kuat. Sebagaimana rumah yang ada di Parung, Bogor, yang dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh pemiliknya untuk memfasilitasi berbagai acara yang sering diadakan di rumah.

Taman yang melengkapi rumah keluarga ini sengaja dirancang untuk menjamu tamu keluarga dan para kerabat yang sering berkunjung, Rindangnya kanopi pepohonan, suara ayam bekisar berkokok, dan hijaunya daun-daun yang mengelilingi taman memberikan “sensasi” yang berbeda, sehingga para tamu betah berlama-lama di rumah ini.

Tanah Berkontur menjadi Function Room

Kaveling berukuran 10 m x 50 m tersebut berbentuk memanjang dengan kontur tanah yang menurun ke arah belakang, dan berada tepat berhadapan dengan bangunan rumah. Semula pemilik rumah bingung mau digunakan untuk apa tanah berkontur ini, sampai muncul gagasannya untuk memanfaatkannya sebagai function room tetapi berada di ruang luar.

Beberapa fasilitas yang diperlukan mulai dirancang seperti fasilitas untuk duduk, fasilitas memasak sampai ruang untuk melakukan ibadah juga dipersiapkan dengan baik. Kontur tanah di-cut and fill sampai terbentuk tiga area datar yang masing-masing digunakan untuk pengelompokan sebuah area aktivitas

Seperempat bagian kaveling yang berada di sisi muka merupakan area penerima dan area parkir. Untuk menunjang fungsi tersebut, permukaan tanah sengaja ditutup dengan grass block dengan rumput gajah mini yang mengisi celah-celah diantaranya.

Pagar besi yang berjeruji transparan mengelilingi kaveling dan disamarkan dengan jajaran Heliconia “sexy pink” yang karakter tumbuhnya berstruktur vertikal.

Gazebo sebagai Pusat Aktivitas

Pusat aktivitas taman ini menempati setengah bagian dari keveling yang berada di bangian tengah. Di sini dibangun gazebo besar berukuran 3 m x 8 m pada posisi sejajar, sementara gazebo yang berukuran lebih kecil ditempatkan pada posisi yang menyiku di sisi lain.

Diantara bangunan gazebo dibangun kolam pancuran, tamn tropis, dan ditempatkan aksesori taman. Tanaman tropis seperti Calathea Heliconia, Philodendron marble dan keladi hutan tumbuh dengan suburnya.

Ingin membaca selengkapnya?

Liputan lengkap tentang “Outdoor Function Room, Ruang Luar Penuh Manfaat ” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 04, April2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-writer: Sumardiono

0 13

Kompleks Jadul Village Resort & Spa menempati sebuah area terbuka dengan kontur tanah yang berbentuk seperti mangkuk, di kawasan Lembang-Bandung.

Konsep taman yang dirancang dan dibangun oleh Reza Anwar dan tim berhasil “menyulap” lahan asli berupa sawah dan padang rumput sampai menjadi taman tropis dan alami yang mengelilingi bangunan-bangunan antiknya hanya dalam kurun waktu dua tahun saja.

Reza menerapkan konsep romantis yang mengangkat eksotisme tanaman tropis dan tanaman produktif yang mudah dijumpai di sini tetapi memiliki keindahan alami. Di antara komposisi softscape tersebut, ditempatkan beberapa benda seni (artwork) antik yang “tidak semestinya” ditempatkan di taman sehingga terlihat unik dan artistik.

Konsep eksterior dirancang untuk menegaskan fungsi ruang dan pengelompokan clustering yaitu bangunan penginapan yang terdiri dari vila tipe Gebyok, tipe Joglo dan tipe Limasan, serta area penunjang seperti spa, lobi dan restoran. Area taman yang mengelilingi vila tipe Gebyok menampilkan keistimewaan tanah yang berkontur. Komposisi beragam tanaman yang mengelilingi bangunan seolah-olah menjadi pagar hidup. Sudut yang sangat curam kontur tanahnya maupun kontur tanah yang menurun curam ke arah jalur pedestrian, dibuat trap dan diolah dengan tanaman.

Vila tipe Joglo berada pada posisi yang lebih datar, sehingga keunikan dan karakteristik unitnya ditampilkan melalui pemilihan beragam jenis tanaman pisang-pisangan. Konsep yang berbeda diaplikasikan pada taman yang mengelilingi vila tipe Limasan yang dirancang berupa pool garden. Tiga massa bangunan diposisikan saling menyiku, dibatasi dengan regol sebagai gerbang menuju ke setiap area vila. Selanjutnya, ketiga regol dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas kolam teratai.

Taman yang mengelilingi spa merupakan taman tersembunyi (hidden garden), karena terletak tersembunyi di balik vila tipe Limasan. Desainer sengaja membuat konsep yang sangat berbeda di dalamnya sehingga memberikan petualangan yang penuh “kejutan”.

Kesan yang sangat luas dan terbuka pada area penerima dan Alun-Alun, seakan-akan diubah melalui konsep yang liar (wild) penuh detail pada spa pool garden. Massa bangunan antik yang berukuran lebih kecil menjadi bangunan spa, masing-masing dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas pool garden. Hampir seluruh permukaan pool tertutup oleh tanaman teratai dan pola aliran gerakan air diatur seperti aliran sungai di alam.

Konsep pengembangan taman di seputar restoran berawal dari ide mengangkat suasana rumah bergaya pedesaan di antara sawah seperti yang ditampilkan padi subak tourism di Bali. Pola irama masa tumbuh tanaman padi yang hanya berumur pendek menampilkan pemandangan yang berbeda yaitu di masa tanam, masa tumbuh sampai masa padi membentuk bulir dan menguning. Pencahayaan di senja hari dan malam hari merupakan penegas suasana romantis yang ingin ditonjolkan.

Liputan lengkap tentang “Taman Resor yang Romantis” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 03, Maret 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: Jadul Village – Bandung
Arsitek Lanskap: Reza Anwar dari Atelier Lifescape

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin

1 16

Pada November 2011, Singapura untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah “World Orchid Conference” yang merupakan ajang pameran terbesar dan tepercaya dari agenda kegiatan “penganggrekan” di tingkat internasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ini mengusung tema “Where Old and New World Orchids Meet” dengan mengombinasikan konferensi dan pameran pada sebuah arena seluas 16.000 m² di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre. Di sini dipamerkan 50 ribu tanaman anggrek langka, terbaik dan terspektakuler yang diikuti oleh growers dan breeders dari berbagai negara.

Konsep pameran dirancang “mengalir” dengan mengelompokkan kegiatan pada tiga area yaitu landscape display, educational display dan market place serta ditata berorientasi pada satu titik show centerpiece yang merupakan “kejutan” (surprise) bagi pengunjung ketika masuk ke dalam ruang pameran.

Landscape display merupakan daya tarik utama pengunjung, karena beragam anggrek koleksi istimewa dipadukan dengan tanaman hias nonanggrek lainnya. Indonesia hadir dalam tiga versi yang diwakili oleh Bali Orchid Society, Indonesia Orchid Society dan Palembang Orchid Association. Setiap daerah menampilkan display dilengkapi dengan aksesori taman sebagai benda seni (artwork) khas daerahnya seperti sculpture, kerajinan kayu, tenun khas daerah dan miniatur rumah adat.

Negara lain yang menarik perhatian yaitu Papua New Guinea yang dilengkapi dengan artwork berupa tameng pahatan kayu wajah manusia tradisional dan memperoleh penghargaan medali emas untuk kategori landscape display ukuran 100 m². Thailand yang diwakili oleh Chaiwathana Orchid Garden Co. Ltd. dan Taiwan yang diwakili oleh Council of Agriculture, Executive Yuan Taiwan Orchid Growers Association memenangkan kategori display ukuran 50 m².

Aplikasi lebih modern dipamerkan pada sudut Seed Germination and in Vitro Cultivation dimana anggrek Phalaenopsis berukuran besar, diselipkan di antara greeneries dalam konsep vertical garden. Beragam tanaman hias yang memiliki keistimewaan pada pola dan tekstur daunnya merupakan latar belakang sehingga menonjolkan keindahan anggrek lebih sempurna.


Liputan lengkap tentang “Ajang Pameran Anggrek Dunia” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 02, Februari 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: “World Orchid Conference” – Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin

0 12

Benda seni (artwork) juga dapat ditampilkan di eksterior yang menjadi bagian dari elemen taman. Dengan wujud dan tema yang beragam, sosok benda seni tersebut dapat menjadi wujud eskpresi personal sang pemilik taman.

Artwork di Rumah Kebun Sunaryo

Implementasi penempatan artwork di taman dapat berupa instalasi seni yang menjadi aksentuasi dan daya tarik utama maupun sebagai elemen taman fungsional. Seperti halnya penempatan di dalam ruang dalam, instalasi dan benda seni tersebut berada di dalam “ruang”, yaitu taman.  Beda dengan ruang dalam, ruang di taman memiliki dimensi ruang yang luas, kadang-kadang menjadi tak terbatas.

Di “Rumah Kebun” Sunaryo yang sangat asri dan terletak di wilayah Bandung Utara, beberapa benda seni hasil karyanya ditempatkan di hampir setiap sudut taman.

Konsep taman “hening” mewarnai area penerima yang berada datat sejajar dengan drop off area. Penempatan batu setapak yang disusun tunggal merupakan penegas arah, menuju kemana orang melangkah yang kemudian menembus gawangan kayu yang seolah-olah menjadi regol atau gerbang.

Artwork di Taman Hotel Padma Bali

Hotal Padma Bali juga mengaplikasikan penempatan karya seni (artwork) pada taman yang mengelilingi massa bangunan cottage-nya. Karya seni dari berbagai seniman ternama Indonesia tampil dalam beragam karakter dan tema sehingga menjadi elemen seni yang menyempurnakan konsep softscape dan hardscape-nya.

Liputan lengkap tentang “Artwork di Taman Menambah Keren” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 02, Februari 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: “Rumah Kebun Sunaryo” Dago Giri – Bandung Utara, “Hotel Padma” Legian – Bali
Penulis:  Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim & Viva
Co-Writer: Sumardiono

0 12

Rumah dua lantai bergaya American Classic yang diarsiteki pemiliknya sendiri ini dibangun tahun 1996 di atas lahan seluas 400 m² .Konsep taman dilatarbelakangi kesenangan pemilik terhadap tanaman sebagaimana tumbuh di habitat aslinya.

Pohon-pohon khas pegunungan ditanam di sepanjang pagar transparan yang rendah. Pohon yang membentuk kanopi dan iklim mikro kota Bogor membuat lingkungan semakin teduh. Percabangan pohon dibiarkan menjulur dan menggelayut ke berbagai arah sehingga terlihat liar tetapi tetap eksotis.

Perkembangan tanaman ini dengan sendirinya mengubah pola dan komposisi tanaman. Batang-batang yang semakin meninggi “dihiasi” dengan tanaman epifit supaya tidak terlihat kosong. Spora pakis-pakisan tumbuh liar dan tersebar di beberapa sudut taman.

Pemandangan hijau dibentuk oleh beberapa jenis tanaman yang menyukai suasana teduh minim cahaya. Namun, untuk memberikan aksen warna, sekali-sekali ditempatkan tanaman bunga semusim dalam pot-pot hias yang mudah dipindahkan dan diganti sesuai dengan kebutuhan.

Di area yang bersinggungan dengan bangunan terpapar sinar matahari hampir sepanjang hari memberikan peluang lebih banyak untuk “bermain” dalam detail softscape dan hardscape-nya. Sebuah kolam ikan, kolam (pond) serta beberapa jenis tanaman yang memiliki keindahan bunga seperti bakung, soka dan teratai menghiasi area ini. Permukaan tanah yang berkontur turut mencerminkan suasana di pegunungan.

Sentuhan personal berupa pot-pot hias dan patung-patung merupakan wujud apresiasi dan kepribadian sang pemilik rumah yang sangat menyukai taman. Taman yang adem dan eksotis, merupakan sebuah tempat favorit untuk keluarga berkumpul dan tempat bercengkerama seperti yang selama ini dimimpikan oleh pemilik rumah.

Liputan lengkap tentang “Shady Exotic Garden” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 01, Januari 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: Kediaman Keluarga Ita dan Tata di Pakuan – Tajur, Bogor
Arsitek Lanskap: Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras
Arsitek: Tata dari Indra Tata Adilaras

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

Fega


DLM

Random Post

3 19
Green Design Award 2009 yang diselenggarakan oleh majalah Griya Asri merupakan sebuah langkah ke depan sebagai bentuk komitmen MGA kepada pembaca setia MGA. Karya-karya...