Taman

0 60

Rumah dua lantai bergaya American Classic yang diarsiteki pemiliknya sendiri ini dibangun tahun 1996 di atas lahan seluas 400 m² .Konsep taman dilatarbelakangi kesenangan pemilik terhadap tanaman sebagaimana tumbuh di habitat aslinya.

Pohon-pohon khas pegunungan ditanam di sepanjang pagar transparan yang rendah. Pohon yang membentuk kanopi dan iklim mikro kota Bogor membuat lingkungan semakin teduh. Percabangan pohon dibiarkan menjulur dan menggelayut ke berbagai arah sehingga terlihat liar tetapi tetap eksotis.

Perkembangan tanaman ini dengan sendirinya mengubah pola dan komposisi tanaman. Batang-batang yang semakin meninggi “dihiasi” dengan tanaman epifit supaya tidak terlihat kosong. Spora pakis-pakisan tumbuh liar dan tersebar di beberapa sudut taman.

Pemandangan hijau dibentuk oleh beberapa jenis tanaman yang menyukai suasana teduh minim cahaya. Namun, untuk memberikan aksen warna, sekali-sekali ditempatkan tanaman bunga semusim dalam pot-pot hias yang mudah dipindahkan dan diganti sesuai dengan kebutuhan.

Di area yang bersinggungan dengan bangunan terpapar sinar matahari hampir sepanjang hari memberikan peluang lebih banyak untuk “bermain” dalam detail softscape dan hardscape-nya. Sebuah kolam ikan, kolam (pond) serta beberapa jenis tanaman yang memiliki keindahan bunga seperti bakung, soka dan teratai menghiasi area ini. Permukaan tanah yang berkontur turut mencerminkan suasana di pegunungan.

Sentuhan personal berupa pot-pot hias dan patung-patung merupakan wujud apresiasi dan kepribadian sang pemilik rumah yang sangat menyukai taman. Taman yang adem dan eksotis, merupakan sebuah tempat favorit untuk keluarga berkumpul dan tempat bercengkerama seperti yang selama ini dimimpikan oleh pemilik rumah.

Liputan lengkap tentang “Shady Exotic Garden” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 01, Januari 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: Kediaman Keluarga Ita dan Tata di Pakuan – Tajur, Bogor
Arsitek Lanskap: Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras
Arsitek: Tata dari Indra Tata Adilaras

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

1 68

Selain berfungsi sebagai penyempurna estetika bangunan, taman juga berperan sebagai “kantung” agar bangunan lebih “bernapas”. Konsep ini diterapkan pada sebuah taman di rumah tinggal keluarga Gede Widiade yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan, dengan arsitek Ir. Wiriyatmoko, MT (Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta) dan arsitek lanskap Ir. Yugo Widyaputra.

Taman depan memanfaatkan area terbuka garis sepadan jalan yang menghubungkan batas bangunan dengan pagar. Adapun kolam ikan dan taman dengan dek kayu menempati area terbuka yang memisahkan bangunan semipublik dengan bangunan privat, yang berada di bagian dalam rumah. Dengan formasi seperti ini, hampir semua ruang-ruang di dalam rumah dapat bersinggungan dengan ruang terbuka hijau.

Keseimbangan Skala Bangunan

Adapun taman depan berbentuk huruf L, mengelilingi sisi muka dan sisi samping massa bangunan terdepan. Ruang sempit seluas tiga meter antara pagar dan bangunan dimanfaatkan menjadi taman. Di sini keberagaman pola, jenis tanaman dan tekstur tanaman dipadukan agar menghasilkan komposisi dinamis dan dekoratif.

Teras dan pintu entrance diapit oleh sepasang pohon kamboja Bali yang belum tumbuh maksimal tetapi lekukan batang utamanya merupakan elemen dekoratif yang memberikan sentuhan seni pada welcome area. Di seputar pohon kamboja Bali ditanam beberapa jenis pohon yang memiliki karakter tumbuh saling berbeda.

Tanaman yang berdaun hijau terang terlihat kontras diantara latar belakang dinding bangunan yang berlapis batu andesit. Selanjutnya Lantana dan Russelia yang tumbuhnya menjuntai mengisi tepian bak. Tepian pagar yang bersinggungan dengan anak tangga menuju teras, ditutup dengan Tabernaemontana dwarf yang dipangkas rapi sebagai “pagar hidup”.

Menuju ke sisi samping taman komposisi tanaman terlihat padat dan rapat. Jalan setapak yang terbuat dari susunan batu kali utuh, diantara batu setapak, ditutup dengan ground cover seperti Bromelia yang berwarna cokelat dan tumbuh kerdil serta kucai mini (Ophiopogon dwarf) berwarna hijau yang terlihat kontras.

“Oase” di Taman Dalam

Taman yang berada di bagian dalam berupa kolam ikan koi berbentuk persegi yang memisahkan massa bangunan semipublik dengan bangunan privat. Taman dirancang sebagai taman privat untuk keluarga berkumpul. Keberadaan taman dalam ini menjadi “kantung” yang mendorong terjadinya sirkulasi udara dari dalam ke luar.

Berbeda dengan taman depan, taman dalam ini berada pada iklim mikro yang teduh terutama pada pagi hari dan sore hari. Situasi ini disikapi dengan pemilihan jenis-jenis tanaman yang menyukai iklim teduh seperti palem, Dracaena dan kamboja dihadirkan untuk keseimbangan ruang.

Kreativitas desainer lanskap semakin tertantang untuk dapat memaksimalkan setiap sudut menjadi fungsional dengan tampilan maksimal. Misalnya dengan mengombinasikan batu-batu alam dan batu fosil dengan tanaman penutup tanah yang tumbuh secara melata sehingga terlihat lebih alami. Corak daun yang unik dikombinasikan dengan elemen hard material lainnya dengan cara sederhana, sehingga setiap sudut dapat terlihat eksotis.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman Keluarga Gede Widiade, S.H., MBL
Kompleks PLN Duren tiga, Jl. Jatiluhur No. 8, Pancoran, Jakarta Selatan, Duren Tiga – Jakarta Selatan
Arsitek: Ir. Wiriyatmoko, MT (Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta)
Arsitek Lanskap: Ir. Yugo Widyaputra

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 45

Taman yang mengelilingi bangunan berarsitektur tropis ini berbentuk persegi tak beraturan, dimana luasannya mencapai 1950 m² dalam formasi bentuk huruf U. Perbedaan desain di setiap area memberikan surprise (kejutan) yang tidak membosankan.

Keinginan pemilik rumah menghadirkan ruang terbuka untuk beraktivitas menguatkan keinginannya untuk fokus pada pengembangan taman saja. Prinsip rumah sehat, dengan matahari dan udara segar yang mengalir lancar diantara ruang-ruang dalamnya merupakan gambaran wujud sebuah konsep rumah ideal di perkotaan.

Taman yang dikembangkan secara bertahap tersebut menerapkan konsep “taman tumbuh” karena pengembangan konsep dilakukan secara bertahap dan parsial. Pohon-pohon dan tanaman utama pada setiap area dipertahankan karena sudah membuat formasi bentuk dan komposisi yang berproses secara alami.

Secara keseluruhan taman tersebut terbagi menjadi tiga zona dengan regol (pintu kecil lengkap dengan gerbang) yang menandai batas antarzona. Zona utama yang ukurannya paling luas berada pada area yang mengelilingi bangunan utama. Adapun kedua zona lainnya berada pada posisi menyiku dengan zona utama tersebut. Kegiatan utama di ruang luar seperti berenang dan bersantai terletak di zona utama.

Sebuah kolam renang berbentuk persegi memanjang mendominasi ruang pada zona ini. Kolam renang tersebut dilengkapi dengan sebuah gazebo dan dek kayu yang dilengkapi dengan seperangkat kursi taman. Untuk menunjang kenyamanan, pepohonan di seputar area ini sengaja dibiarkan rimbun dengan kanopi yang lebar seperti pohon kapuk randu jenis Variegata dan kelapa gading yang meneduhi seputar area aktivitas.

Ruang-ruang perantara didesain menyatu yang tujuannya untuk menyamarkan dinding pembatas atau lekukan-lekukan bidang masif yang memisahkan batas kaveling dengan tetangga. Nuansa tropikal sangat kental terasa melalui pemilihan tanaman bertekstur daun lebar dan hijau seperti Heliconia, Calathea rosemary dan Philodendron. Kerimbunan sangat terasa pada area di seputar pintu masuk (entrance) yang didesain unik dalam “kerangka boks kayu”. Sepasang kamboja meneduhi “bangunan transparan” ini, dipercantik dengan tanaman semak rendah yang dikomposisikan secara simetris.

Zona aktivitas lainnya berada pada kaveling berbentuk square didesain tertutup dengan sebuah regol sebagai akses yang dihubungkan dengan zona lainnya. Area ini didesain menyerupai suasana sebuah resor yang menyenangkan. Sebuah gazebo dengan sentuhan tropis modern menempati sudut terjauh, desain nya seolah-olah “melayang” dengan kolam ikan yang mengelilinginya. Selebihnya berupa hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang. Sebuah area rumput ditinggikan kontur tanahnya dalam pola lekukan organik yang dimodifikasi menjadi putting green untuk berlatih golf. Permukaan tanah ditutup dengan rumput sintetis dan datar.

Zona yang terletak pada posisi paling belakang merupakan pelengkap dari area carport. Beberapa tanaman peneduh dadap merah ditanam di sepanjang pagar, lalu diantaranya diisi dengan beragam tanaman seperti bunga sepatu (Hibiscus), serta tanaman semak yang berukuran lebih rendah, yang tumbuh dan saling mengisi celah sehingga penampakan dinding pagar menjadi tersamar dan terlihat cantik. Konsentrasi hijauan lainnya difokuskan pada tepian yang berada di sepanjang selasar yang menghubungkan pos satpam ke arah garasi.

Struktur atap selasar yang datar dilengkapi dengan tanaman Lee Kwan Yeu yang tumbuhnya menjuntai sehingga membentuk “tirai” yang menutup bidang selasar. Apabila kita berjalan di dalam selasar, akan lebih terasa “sensasi” hijaunya, melewati tanaman hijau yang menyejukkan mata.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman Keluarga Robert. Pondok Aren – Bintaro
Lanskap: Rustam dari GonKu Lanskap
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin

0 49

Halaman belakang bangunan dua lantai ini berada pada area datar yang luas dan terbuka yang merupakan orientasi pandangan dari ruang-ruang komunal di dalamnya. Formasi bangunan simetris dengan massa bangunan utama dua lantai dengan pengembangan yang menjorok ke arah taman sehingga membentuk formasi massa bangunan berbentuk huruf T. Seluruh dinding yang menghadap ke arah taman berupa kaca transparan, baik berupa kaca mati, atau pintu lipat geser dari kaca tanpa bingkai (frameless).

Pola simetris dari bangunan diterapkan pada taman yang terwujud pada pola kolam renang berbentuk T tetapi dalam formasi terbalik dengan bangunan. Bagian yang mengecil merupakan area rendam. Bagian lain berupa area plaza yang ditutup permanen dengan pengerasan dari batu granit yang dipoles secara kasar. Pada kedua sudut taman dibuat bangunan penunjang yaitu kamar bilas dan ruang penyimpanan.

Dominasi warna putih dari hardscape memberikan kesan luas dan kesan lapang, sedangkan warna hijau dari tanaman berhasil menyejukkan mata. Uniknya, konsep penanamannya menggunakan planter box yang dirancang struktural yang menyatu dengan dinding. Bak tanaman berbentuk memanjang diisi dengan tanaman dalam komposisi monokromatis. Bagian sisi yang berseberangan dengan kolam, ditanami tanaman yang dipangkas secara rapi menyerupai pola lilin yang seragam di sepanjang dinding. Struktur vertikal tanaman diimbangi dengan struktur horizontal yaitu dengan tanaman yang tumbuhnya menjuntai (cascade).

Berbeda dari pola sebelumnya, bak tanaman yang menempel pada dinding yang menyiku dengan kolam diisi dengan tanaman berbunga dengan nuansa hijau pekat. Tanaman terlihat cantik dengan kuntum bunganya yang berwarna putih bersih. Seluruh komposisi softscape di sepanjang dinding berkesan formal senada dengan karakter bangunan.

Karakter yang berbeda ditampilkan pada komposisi yang berada di seputar teras. Dua planter box yang berada di sisi kiri dan sisi kanan ditata lebih natural dengan paduan beberapa jenis tanaman, seperti tanaman kurma dan Bromelia yang seolah-olah menyembul diantara bebatuan, sebagai penutup tanah. Kanopi tanaman kurma memberikan keteduhan di seputar area teras. Untuk menikmati keindahan taman belakang, di samping teras ditempatkan beberapa kursi taman berbahan rotan sintetis berwarna cokelat.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman Kel. Shanta Birawa – Menteng – Jakarta Pusat
Arsitek dan konsep Hardscape: Khing S George
Konsep Soft Scape: Fiify Eluza dari Bougainvilea Cipta
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 50

Bangunan dua lantai berarsitektur modern dengan sentuhan tropis milik keluarga Debby Febriani Siregar ini terlihat anggun di sebuah kaveling dengan luas 650 m² yang berada di sudut jalan. Ruang terbuka yang dimanfaatkan untuk taman berada di sekeliling muka rumah yang memanjang mengikuti lekukan bangunan berbentuk huruf L. Selain itu, area bahu jalan diantara jalan dan pagar turut dikreasikan menjadi sebuah taman.

Pagar rendah yang mengelilingi bangunan berbentuk huruf L, disamarkan oleh tanaman pada kedua sisinya. Bagian tepian atasnya dibentuk menjadi bak tanaman yang diisi dengan tanaman samba dara yang memiliki karakter daun menjuntai. Beberapa pohon tinggi seperti mahoni, angsana, palem sadeng dan tabebuya ditanam di luar pagar untuk meneduhi sebagian area pada taman depan. Bahu jalan selebar dua meter juga dimanfaatkan sebagai taman yang menyatu dengan taman di bagian dalam.

Untuk memberikan efek dinamis, permukaan tanahnya dirancang berkontur dan meninggi ke arah pagar. Cara ini juga lebih efektif menyamarkan fisik pagar dengan maksimal. Tanaman ditata dalam komposisi semiformal, berlekuk dan bergelombang agar terlihat lebih “luwes” dan alami. Tanaman yang berkarakter halus dengan daun yang bertekstur lembut dan berukuran kecil, dikombinasikan dengan tanaman yang memiliki daun besar berbentuk pedang dan berkesan tegas.

Kaveling yang berada di halaman belakang merupakan area pengembangan yang dibeli kemudian dari penduduk sekitar. Namun, permukaan kaveling tersebut berada satu meter lebih tinggi dari permukaan rumah dan memiliki bentuk bukan persegi yaitu bentuk trapesium. Area ini dikembangkan menjadi taman belakang dan kolam renang untuk melengkapi fasilitas keluarga ketika beraktivitas di ruang luar. Keberadaan ruang terbuka ini juga menjadi “kantung” yang mengalirkan udara ke dalam ruang dan memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari, sehingga ruang-ruang dalam terasa lebih sehat dan nyaman.

Perbedaan tinggi permukaan tanah yang mencolok disiasati dengan membuat kolam renang bersistem overflow dengan tepian kolam yang dapat mengalirkan “tumpahan” air sampai jatuh ke dalam kolam ikan yang berada di level lebih rendah sejajar dengan teras rumah. Kolam renang berbentuk menyerupai bentuk kacang (bean shape) yang mendominasi hampir seluruh area datar pada taman belakang. Keteduhan kanopi pohon kelapa dan payung yang ditempatkan menggantung menjadi pelengkap dari area beristirahat ini.

Desainer dengan jeli mengolah dinding pembatas kaveling ke arah taman belakang dengan elemen dekoratif dan taman. Contohnya pada dinding yang berseberangan dengan living room, ditutup dengan gebyok berukir lengkap dengan kanopi beratap genteng yang menutupinya. Visualisasi ini memberikan kesan bahwa terdapat ruang di balik pintu seolah-olah dinding tersebut bukan sebagai batas akhir dari halaman belakang. Adapun dinding yang bersikuan dengan gebyok tersebut ditutup dengan tanaman merambat Ficus yang merupakan latar belakang hijau dari semak di sisi muka.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman Keluarga Debby Febriani Siregar. Taman Puri Bintaro – Tangerang
Lanskap: Nurdin dari GonKu Nursery
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 78

Pohon-pohon langka yang memiliki eksotika batang yang artistik dapat dijadikan ikon sebuah taman. Kelangkaan dan keunikan pohon-pohon tersebut membuat nilainya menjadi tinggi karena diperlukan perjuangan pemeliharaan panjang yang tidak mudah. Pohon-pohon tersebut dipadukan dengan semak, tanaman bertekstur keras seperti kaktus dan agave. Aksesori lampu cantik nan unik dan pencahayaan yang menarik semakin menampilkan keindahan pepohonan tersebut. Dengan penataan seperti ini, imajinasi ruang dapat lebih tervisualisasi sehingga memberikan kemudahan dalam penerapannya.

Lokasi nursery berada di tepi jalan raya lingkar barat kota Jakarta. Kondisi tanah sangat terbuka dan memiliki permukaan tanah yang berkontur sehingga membentuk gelombang halus. Jajaran pohon trembesi yang ditanam berderet di tepian jalan menjadi latar belakang hijau yang meredam hawa panas, dan bising di luar area nursery. Demikian pula permukaan tanah yang dihijaukan dengan rumput gajah mini sehingga secara keseluruhan seakan-akan menjadi “oase” yang menyejukkan di seputar area yang gersang dan berbatu.

Welcome area ditata secara artistik, dengan bukit rumput hijau yang mengapit jalan, sengaja dibiarkan tertutup bebatuan aslinya. Beberapa palem di tanam berjajar seolah-olah memberikan arahan menuju ke area yang lebih masuk. Sentuhan artistik dimunculkan melalui penempatan beberapa benda seni taman seperti gentong tembikar dan sculpture bertema kontemporer dari beragam raw material yang sengaja diekspos karakter alaminya.

Posisi tanah yang tinggi sangat membantu penampilan pohon-pohon tersebut. Lekukan bonggol kamboja fosil (Plumeria) yang ditanam berpasangan seolah-olah menjadi gerbang untuk menyambut tamu ke dalam nursery. Beberapa koleksi lainnya seperti Kigelia pinata, majapahit (Crecentia cujete) dan Bombax ellipticum melengkapi setiap sudut area nursery. Keberadaan pohon dilengkapi dengan beberapa tanaman pelengkap beragam tema.

Beberapa sudut dilengkapi dengan beragam tanaman dengan tekstur yang bervariasi. Dracaena variegate dengan percabangan yang lentur dipadukan dengan agave dan Bromelia yang mengisi celah diantaranya. Ada pula yang dikombinasikan dengan tanaman kaktus dan tanaman bertekstur keras lengkap dengan gravel terakota dan batu kali yang menggambarkan suasana ekosistem di sabana.

Bangku taman dari kayu antik tua melengkapi taman nursery ini. Sebuah pondokan sederhana terletak di sudut terujung dari nursery ini. Pondokan beratap dengan amben untuk berteduh dan beristirahat setelah berjalan-jalan ini berada diantara taman. Kanopi pohon cherry dan gentong berpancuran menjadi elemen dekoratif taman yang menyejukkan dan menunjang kenyamanan di seputar area taman.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: POHON POHON Nursery. Lingkar Luar Barat – Jakarta Barat
Lanskap: Jefri AR dan Tim Desain dari POHON POHON Nursery
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 45

Untuk menciptakan kenyamanan di seputar rumah dapat dilakukan melalui pendekatan konsep sinergi dengan memaksimalkan interaksi naik antara ruang dalam maupun ruang luar. Caranya adalah dengan membuat penyekat bidang transparan yang dapat dibuka tutup. Rumah tinggal pada cluster yang berlokasi di Bintaro-Tangerang ini contohnya.

Untuk menyesuaikan dengan iklim mikro teduh, maka desainer lanskap Jefry dan tim dari Pohon Pohon Nursery menerapkan konsep shady garden untuk mengisi celah dan mengisi ruang diantara massa bangunan.

Area pintu masuk (entrance) merupakan area paling ujung (dead end). Sebuah pohon kenanga yang sangat tinggi ditempatkan tepat di tengah. Batang pohon pada bagian bawah ditumbuhi oleh tanaman gantung paku sarang burung (Asplenium nidus) dengan karakter daun tegak ke arah atas. Untuk mengimbanginya ditanam juga paku tanduk rusa (Platycerium sp) yang tumbuhnya menjuntai ke bawah. Taman yang mengelilingi tepi jalan yang melingkar menjadi penyempurna untuk memperlunak kesan masif dinding pagar pembatas.

Komposisi heterogen terdiri dari bermacam tanaman dengan tekstur dan warna yang beragam seperti Costus, hanjuang pink, Zingiber serta ground cover dan batu koral untuk menutup permukaan tanah pada deretan terdepan. Beberapa aksesori taman seperti batu fosil, gentong keramik kuno serta lampu taman yang terbuat dari modifikasi kurungan ayam, menjadi elemen estetis pada area ini.

Desainer memanfaatkan ruang terbuka diantara kamar tidur menjadi taman yang berfungsi sebagai dekorasi agar bisa dinikmati keindahannya baik dari arah dalam kamar tidur utama maupun dari ruang makan.

Beberapa tanaman gunung yang berukuran lebih tinggi berfungsi untuk mengimbangi skala bangunan, seperti pakis tiang (Cyathea sp) dan Cycas yang memiliki lebih dari 30 cabang yang sangat unik dan langka.

Dinding kaca di ketiga bidangnya hanya ditutup dengan kerai horisontal yang bisa dibuka tutup untuk mengatur cahaya dan view ke arah taman. Interaksi ini memberi “sensasi” yang menyenangkan dan membuat suasana rumah terasa lebih homey.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Rumah tinggal Lim di Bintaro
Lanskap: Jefry dan tim
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 51

GOR Bulu Tangkis yang dibangun oleh perusahaan Djarum di kota Kudus, tidak saja menjadi satu fasilitas olahraga, khususnya bulu tangkis, tetapi juga menjadi sarana untuk mencatat jejak sejarah perjuangan para atlet bulu tangkis Indonesia di kancah dunia. Taman yang dirancang tematik mengelilingi bangunan ditujukan untuk memotivasi para atlet yang sedang “digembleng” menjadi calon juara di sana.

Bangunan modern yang berdiri megah di atas tanah seluas 4 hektare yang berbentuk trapesium tersebut terdiri dari beberapa massa bangunan yang saling berhubungan. Antar massa bangunan dihubungkan oleh taman. Area yang berada di depan bangunan utama  berfungsi sebagai ruang penerima terbuka, kaveling berbentuk segitiga yang dikelilingi oleh jalan. Pada bagian tengahnya dibangun taman yang menyerupai island. Beberapa tanaman palem menempati area ini yang dikelilingi oleh sekumpulan tanaman dalam formasi formal dengan pola irama bergelombang.

Tema merah – putih yang diangkat demi menggali rasa nasionalisme. Tema tersebut direpresentasikan melalui pilihan tanaman seperti Tabernaemontana mini bunga putih, soka merah serta beragam jenis tanaman Bromeliaceae dengan susunan daunnya yang berbentuk rosset.

Taman yang terletak lebih ke dalam merupakan area privat dengan sistem zonasi, dimana tiap taman didesain berbeda dan diberi nama sesuai dengan nama turnamen yang pernah diikuti oleh para atlet. Setiap zona dilengkapi dengan simbol-simbol prestasi atlet. Simbol ditandai dengan hands print yang dicetak  pada kuningan, kemudian disusun pada lantai plaza atau jalan setapak. Cara ini mengingatkan kita pada  konsep Walk of Fame di Hollywood.

Di sisi kiri kaveling terdapat taman Thomas Cup. Taman ini dirancang sebagai tempat beristirahat, mencari inspirasi dan tempat bersantai. Suara gemericik air dapat menumbuhkan kesan hening dan alami. Lain hal dengan Plaza Uber Cup,  dirancang menjadi taman aromaterapi yang dilengkapi dengan tanaman hias bunga yang memiliki aroma bunga yang harum untuk mengekspresikan karakter seorang wanita.

Plaza Olimpiade menempati area yang paling luas. Dirancang dengan konsep taman kering dengan mengkombinasikan tanaman bertekstur keras seperti Bromeliaceae dan Agave serta bebatuan. Selanjutnya adalah Taman Soedirman Cup yang mengusung tema taman refleksi dengan lantai berlapis batu koral sikat yang dapat digunakan untuk “memijit” tanpa memakai alas  kaki.

Selain keempat zona di atas, salah satu area dimanfaatkan menjadi area tanaman produktif dengan tanaman buah-buahan dan jalan setapak yang melintasi kanopi pepohonan.  Area ini menjadi area yang khusus dirancang untuk penghijauan guna mengembalikan kesegaran dan kualitas udara di sekitarnya. Tidak hanya memberikan keindahan visual dan penyempurna tampilan bangunan, tetapi turut melengkapi fasilitas ideal guna mengiringi dan memotivasi para atlet muda dalam  meraih prestasi dan masa depan yang gemilang.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Taman GOR Bulu Tangkis Djarum – Kudus
Lansekap: Tim Desain Godong Ijo Nursery dan Heri Syaefudin
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim

0 56

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan kenyamanan di seputar rumah, antara lain melalui penataan taman dengan sentuhan tropis yang dilengkapi dengan elemen air dan cahaya agar tercipta suasana hening serta menentramkan.

Konsep ini tercipta pada taman sebuah rumah dua lantai di Jakarta Selatan hasil karya arsitek lansekap Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama dimana pemiliknya menghendaki suasana rileks diantara aktivitas sehari-hari yang sibuk. Desain taman ini melengkapi konsep bangunan berarsitektur klasik modern hasil karya tim konsultan dan kontraktor Design RoemahKoe.

Fasad bangunan yang simetris dengan drop off canopy dan empat kolom penyangga atap di tengah, menjadi acuan untuk pengembangan taman di halaman depan, yang juga ditata simetris. Sebagian besar area terbuka di muka bangunan digunakan sebagai carport yang menghubungkan dua pintu gerbang yang terletak di sisi kiri dan kanan, sehingga desainer mengelola area di luar pagar menjadi bagian dari taman depan. Kontur tanah pada kedua sisi sengaja dibuat meninggi ke arah pagar untuk memberi dimensi dan mengimbangi skala bangunan yang tinggi.

Komposisi beragam tanaman tropis seperti Philodendron memberi bentuk dan warna dalam formasi yang terlihat formal. Sebagai keseimbangan ruang, tepat di ujung kiri dan kanan, ditanam kamboja bunga kuning sebagai penutup komposisi. Di sisi bagian dalam komposisi terasa lebih simpel tetapi masih menerapkan konsep yang sama yaitu simetris dengan padanan beragam warna dan tekstur tanaman tropis.

Penekanan konsep hijauan hanya difokuskan sebagai penyangga untuk menyamarkan sosok fisik pagar sedangkan area di seputar drop off disamarkan dengan komposisi yang lebih padat dan rapat. Beberapa tanaman eksklusif ditempatkan untuk memberi nilai kemewahan, seperti pandan utilis. Suasana resor lebih terasa pada area taman yang terletak di halaman belakang karena karakter taman tropis semakin ditunjang dengan elemen pembentuk suasana lainnya.

Ruang-ruang komunal di ruang dalam semua berorientasi ke arah taman belakang, itulah sebabnya dinding yang menghadap ke arah taman didesain transaparan berupa pintu kaca geser. Kolam renang berbentuk persegi memanjang menempati area yang berhadapan dengan pantri, sedangkan kolam ikan koi berhadapan dengan ruang makan dan ruang duduk keluarga.

Untuk menyamarkan ketidakberaturan formasi bagian belakang kaveling yang menyempit, komposisi tanaman diposisi ke arah dinding sedangkan area yang lebih luas, komposisi tanaman sengaja dibuat lebih ‘tebal’. Permainan detail arsitektur berupa penopang tiang yang seolah-olah menyangga atap dilantai dua , sengaja dibuat miring mengingatkan kita pada bangunan gaya jengki tahun 60an.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin

0 58

Anggia Murni dari Tropica Greeneries, seorang arsitek lanskap yang selalu berinovasi mengembangkan konsep urban garden untuk mengiringi perkembangan di dunia arsitektur.

Salah satu konsep vertical garden –nya berhasil diaplikasikan pada rumah tinggal keluarga Razie Abdullah di Jakarta Selatan.

Hunian berukuran 10 m x 26 m ini dirancang untuk mengedepankan privasi dengan berorientasi ke dalam untuk mengantisipasi lingkungan seputar rumah yang selalu ramai setiap saat. Demikian pula konsep penataan tamannya.

Taman depan yang hanya berukuran 4 m x 4 m dirancang berupa taman kering dengan kolam,water fountain dan pohon peneduh agar dapat menjadi peredam terhadap situasi di luar. Anggia juga merancang konsep taman vertikal dengan memaksimalkan bidang-bidang vertikal yang ada diantaranya tembok setinggi 2m yang berorientasi kedua arah.

Dari arah luar, keberadaannya sebagai bagian dari estetika fasada bangunan, sedangkan dari arah dalam menjadi pembatas visual untuk memisahkan area publik dengan area privat. Kedua sisi menerapkan konsep yang berbeda pada sistem media planter nya yang berpengaruh pada komposisi tanamannya.

Tembok berbentuk L ini menutup pojok yang berbatasan dengan kaveling tetangga. Bagian dasar setinggi 30 cm sengaja dikosongkan sehingga letak tembok terlihat menggantung. Tembok yang menghadap ke arah depan menggunakan media planter dengan geotextile system dan komposisi tanaman lebih beragam jenis, warna maupun teksturnya sesuai dengan jenisnya yang suka terkena cahaya matahari.

Area yang berada tepat di bawah kanopi tanaman, ditanami dengan tanaman yang suka situasi setengah teduh seperti jenis pakis-pakisan. Tinggi rendah tanaman dikelompokkan secara vertical seperti gelombang ombak sehingga tampilannya tidak monoton sedangkan badan jalan yang menutup selokan ditutup dengan rumput gajah mini pada permukaan di area datar.

Konsep vertikal yang menghadap ke arah dalam menerapkan sistem yang berbeda yaitu menggunakan wiremass system dengan komposisi tanaman yang lebih homogen dengan warna hijau yang cenderung monokromatis.

Pola tanaman juga geometris yaitu disusun secara horisontal untuk memberi kesan luas pada taman yang sempit. Pada system ini, media tanam yang tersedia lebih tipis sehingga hanya jenis tanaman tertentu saja yang bisa tumbuh yaitu yang berakar pendek dan berakar serabut serta lambat pertumbuhannya seperti jenis-jenis ground cover.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

Lokasi: kediaman di kawasan Senopati – Jakarta Selatan
Pemilik: Kel. Razie Abdullah
Konsultan Arsitek: Aboday Architect
Arsitek Lanskap: Anggia Murni dari Tropica Greeneries
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim



DLM

Random Post

2 52
Sayembara Desain tahun ini mengambil tema: Integrated Eco-Friendly Environment dengan lokasi obyek terletak di Kota Baru Parahyangan (Kabupaten Bandung). Sayembara akan dilakukan dalam 2...