Daur Ulang Limbah Vinyl Menjadi Aksesori

aksesori dari limbah vinyl

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk turut melestarikan lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh Karen Isdaryono dalam merintis usaha yang dimulainya sejak tahun 2008, namanya DYRT. Bersama rekannya, Beike Van Den Broek, ia berkreasi mengubah sampah vinyl bekas billboard menjadi aneka produk aksesori, fashion dan perlengkapan kantor yang menarik.

Dalam prosesnya, Karen menciptakan lahan pekerjaan dengan melibatkan komunitas pengerajin home industry yang tersebar di lima daerah di pulau Jawa. Kesadarannya untuk mendaur ulang sampah yang tidak dapat dihancurkan (unrecycable) ini diapresiasi oleh beberapa perusahaan besar yang bekerja sama memasok billboard bekas (limbah vinyl yang terbuat dari plastik PVC) menjadi bahan baku pembuatan aksesori.

Proses produksi yang dikerjakan secara handmade ini sebenarnya terbilang cukup rumiit. Awalnya, billboard tersebut dicuci bersih dan dikeringkan terlebih dulu. Kemudian barulah dibuat pola sesuai produk yang diinginkan. Kemudian gambar – gambar yang terdapat dalam billboard disatukan untuk membentuk pattern dalam desain produk DYRT. Setelah itu barulah potongan vinyl dijahit sesuai bentuk pola. Padu padan potongan vinyl billboard membuat tampilannya unik dan berbeda.

bean bag dari limbah vinyl

Foto : Ifran Nurdin

Koleksi : DYRT, Kemang, Jakarta Selatan

SHARE
Previous articleAptidati, Warna Baru Desainer Muda Indonesia
Next articleQatar Airways Raih Penghargaan
Astri Diana
Born to be a writer adalah kalimat yang tepat untuk mendefinisikan sosok ibu dua anak ini. Dia bahkan sering memanfaatkan waktu senggang dengan menulis cerita-cerita fiksi.

LEAVE A REPLY