Delapan Karya Arsitektur Terbaik IAI Awards 2015

 

Penghargaan IAI Awards 2015 yang menjadi bagian dalam rangkaian musyawarah nasional (Munas) IAI ke 14 yang diselenggarakan di Medan akhir pekan lalu, mengumumkan delapan pemenang karya arsitektur terbaik diantara 124 karya yang masuk dalam penjurian.

“IAI mengundang anggotanya dari seluruh Indonesia untuk mendaftarkan karyanya sebagai nominasi, yang berupa bangunan gedung atau kawasan yang telah dibangun serta sudah dihuni selama minimal 2 tahun, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri” kata Ruben Tangido, Ketua Bidang Sayembara dan Penghargaan IAI di Jakarta.

Penilaian terhadap karya arsitektur IAI Awards 2015 ini melibatkan lima pakar di bidangnya masing-masing, yakni Karnaya, Danang Priatmodjo, Rahadian P Herwindo, Chairul Amal Septono, dan Gunawan Tjahjono. Menurut Ruben, dalam menentukan pemenang, Dewan juri mengutamakan karya-karya yang dapat memberikan dampak positif pada dunia arsitektur & lingkungan.

 

Berikut ini adalah pemenang penghargaan IAI Awards 2015 :

  1. Katagori Bangunan Hunian Sedang : Tim arsitek Aboday, Rafael David Pasaribu dengan karya ‘Townhouse Alexandria’.
  2. Kategori Bangunan Hunian Kecil : Tim arsitek LABO, Nelly L. Daniel & Deddy Wahjudi dengan karya ‘Rumah #1 LABO the mori’
  3. Kategori Bangunan Pendidikan : Arsitek Budiman Hendropurnomo, IAI FRAIA dan Dicky Hendrasto dengan karya ‘Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia’
  4. Kategori Bangunan Mixed Use : Tim arsitek Mamostudio, Adi Purnomo, Danny Wicaksono, Sutrisno Raga & Adi Yuniarso dengan karya ‘Studi-o Cahaya’
  5. Kategori Komersial : PT Airmas Asri dengan karya ‘Hotel Ananta Legian, Bali’.
  6. Kategori Bangunan Pelestarian Non Benda : Arsitek Yori Antar, Paskalis Khrisno Ayodyantoro & Varani Kosasih dengan karya ‘Proyek Rumah Budaya Sumba’.
  7. Kategori Bangunan Pelestarian Benda : Arsitek Ir. David Bambang Soediono, IAI dengan karya ‘Proyek De Vries’.
  8. Kategori Bangunan Perkantoran : Tim arsitek Aboday, Ary Indra, Armeyn Ilyas dengan karya ‘Kantor DMHQ’.

 

Foto : arsitektur.asia

1 COMMENT

LEAVE A REPLY