Desain Arsitektur Lengkung di Bali

Menciptakan suatu hal yang tidak biasa, tentulah tidak semudah seperti cara biasa. Arsitek Andreas Didik dan Anggoro Wahyudianto yang dipercaya untuk mendesain hunian milik Affandy Minarno berhasil mewujudkan suatu gagasan baru yang diaplikasikan pada hunian ini.

Hunian yang sebagian berfungsi sebagai kantor ini dibangun setelah melalui komunikasi dan diskusi tentang desain dengan sang pemilik rumah. Didik yang ingin membuat sesuatu yang berbeda menjadi dasar dari konsep out of the box tersebut. Akhirnya arsitek mengusung bentuk lengkung untuk dijadikan pola dasar pembagian fungsi ruang dan sebagai “pembungkus” ruang dalam. Jadilah kemudian desain arsitektur dengan karakter lengkung.

Konsep tersebut diwujudkan dalam bentuk “permainan” pola bentuk massa bangunan yang menyimpang dari pola grid dan dikembangkan dalam bentuk lengkung.

Berada di atas lahan 496 m² dengan kondisi lahan yang berbentuk persegi, arsitek ingin memberikan konsep yang menyimpang dari keteraturan bentuk yang biasa pada rumah lengkung ini.

Arsitek membedakan dua area utama, yaitu rumah dan kantor, dengan mendesain karakter lengkung yang berbeda. Satu gubahan massa bangunan lengkung besar berada di bagian depan untuk area kantor dan gubahan massa bangunan dengan pola lengkung kecil untuk area hunian. Kedua massa bangunan ini disatukan oleh ruang keluarga yang berada pada lantai dasar. Namun, kedua masssa bangunan dipisahkan oleh kolam dan taman kecil yang merupakan titik ruang interaksi antara ruang dalam dan ruang luar.

Hunian yang berada di lahan cukup tinggi ini memiliki keunggulan dengan adanya panorama alam yang indah ke arah laut lepas. Untuk memanfaatkan pemandangan ini arsitek pun membangun roof garden yang dilengkapi dengan bale bengong sebagai ruang komunal yang segar. Apabila cuaca sedang cerah, dari bale bengong ini penghuni dapat melihat pemandangan Gunung Agung yang di kejauhan berlokasi di arah timur laut.

Secara keseluruhan hunian ini berhasil menghadirkan dua fungsi berbeda tanpa mengganggu setiap fungsinya berkat desain pola ruang yang baik. Apalagi hunian bersuasana tenang dan nyaman, sangat ideal sebagai tempat beristirahat berkat konsep indoor-outdoor yang bernuansa alami.


Liputan tentang “Desain Arsitektur Lengkung di Bali” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 06, Juni 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Owner: Affandy Minarno
Architect: Andreas Didik S., ST. dan Anggoro Wahyudianto, ST. (@dSarchBali)
Interior Designer: Ir. Yeti
Contractor: PT Eka Mitra Talentama (Jakarta)

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-Writer: Sumardiono

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY