Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

Majunya perkembangan industri kuliner memunculkan fenomena tersendiri dalam hal inovasi dan kreativitas bisnis serta ekspresi desain yang diterapkan pada bangunan tempat usaha. Salah satu destinasi kuliner yang bisa dikunjungi dengan tampilan yang tak biasa ialah restoran yang berada di mal di Kemang berikut ini. Mengambil nama dari sebuah desa kecil di New York, Amerika Serikat, restoran ini diberi nama Lowville dan didesain dengan gaya western atau American country.

Gaya yang identik dengan kehidupan koboi (cowboy) dan peternakan kuda/sapi ini dikemas dalam suasana yang lebih modern. Penggunaan bata ekspos serta unsur kayu terlihat menonjol dengan simbol khas western, seperti roda kereta kuda dan kepala rusa. Yang menarik, destinasi kuliner ini menyatukan beberapa konsep, yakni konsep restoran, kafe, dan bar.

Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

“Masih jarang tempat kuliner yang ‘berani’ menerapkan paduan konsep desain seperti itu karena takut tidak fokus dalam menjalankan bisnisnya, tetapi apa salahnya dicoba?” ujar Ihsanul Kamil selaku general manager. Ketiga tipe tempat tersebut dikumpulkan dalam satu lokasi dan saling melengkapi. Tamu yang ingin makan seperti di restoran dapat duduk berlama-lama karena tempat yang nyaman layaknya di kafe. Pengunjung pun dapat menikmati pertunjukan live music di area bar, sementara pengunjung bar dapat menikmati berbagai menu makanan, dari makanan ringan hingga berat.

Interior keseluruhan beserta aksen yang digunakan juga tampil menarik. Julio Architect and Partners, desainer interior tempat ini memaksimalkan kondisi layout eksisting ruang yang melengkung di sisi depannya. Di area ini desainer menempatkan area arestoran dan area smoking dengan pola lengkung yang unik. Deretan balok kayu di bagian plafon mempertegas bentuk ruang yang melengkung tersebut.

Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

Sementara plafon di area kafe dan bar dihias oleh bingkai-bingkai foto kosong yang digantung secara acak. Bingkai kosong ini menyimbolkan cerita-cerita yang belum sempat terekam dalam bingkai foto yang disusun di salah satu sisi dinding. Selain itu, desainer juga mengekspos jaringan utilitas di atas bingkai foto kosong tersebut sehingga memberi sedikit sentuhan industrial yang juga terlihat pada lampu-lampu di area open bar.

Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

Destinasi Kuliner dengan Tiga Perpaduan Konsep

Foto: Ahkamul Hakim

Artikel ini ditulis kembali dari artikel di Majalah Griya Asri Edisi September 2015, “Sensasi Western” oleh Hafidh Aditama. 

Lokasi: Lowville, Lippo Mall Kemang

Desainer: Julio Julianto (Julio Architect and Partners)

LEAVE A REPLY