Exposed Material & Unfinished Look

Asep Awaluddin yang merupakan seorang arsitek sekaligus pemilik rumah sudah menempati rumah ini selama dua tahun bersama keluarga kecilnya. Meskipun membangun di atas lahan seluas 144 m2, Asep tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan aktivitas dan ruang untuk keluarga kecilnya tersebut. Dalam rancangannya, arsitek menghadirkan setiap ruang-ruangnya dalam luasan yang memadai sehingga tetap terasa nyaman untuk beraktivitas. Selain hadir dalam ruang-ruang yang serba-terbuka dengan pola ruang yang mengalir, salah satu solusi menghadirkan ruang-ruang yang memadai tersebut adalah dengan ìpermainanî split level. Hal ini terlihat pada pembagian zona ruang ke dalam dua lantai yang disisipi juga dengan dua level mezanin. Salah satu hal yang membuat rumah ini terlihat berkarakter adalah tampilan akhir pada rumah modern tropis ini. Untuk memberikan ìnyawaî pada bangunan tropis, arsitek banyak memilih material alam ekspos pada tampilan akhirnya. Adapun sentuhan unfinished yang sengaja dihadirkan memberikan kesan yang lebih memikat dan unik. Pada fasad bangunannya, selain aplikasi batu andesit, batu kali yang disandingkan dengan beton ekspos dan batu bata merah ekspos dari Cikarang memberikan aksen tersendiri di antara warna monokrom yang dominan. Pada bagian dalam, aplikasi material ekspos dengan sentuhan unfinished tetap dapat ditemui. Namun, untuk memberikan kesan yang lebih nyaman, arsitek banyak menggunakan material kayu. Misalnya, untuk aplikasi pada lantai dan pada furniturnya.

Cover-asri-oktober13Artikel selengkapnya mengenai “Exposed Material & Unfinished Look” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman, dan lingkungan dapat Anda baca di Majalah Griya Asri Vol 14 No. 10 Oktober 2013. Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 
Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY