oleh

Exposed Material & Unfinished Look

Asep Awaluddin yang merupakan seorang arsitek sekaligus pemilik rumah sudah menempati rumah ini selama dua tahun bersama keluarga kecilnya. Meskipun membangun di atas lahan seluas 144 m2, Asep tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan aktivitas dan ruang untuk keluarga kecilnya tersebut.

Dalam rancangannya, arsitek menghadirkan setiap ruang-ruangnya dalam luasan yang memadai sehingga tetap terasa nyaman untuk beraktivitas. Selain hadir dalam ruang-ruang yang serba-terbuka dengan pola ruang yang mengalir, salah satu solusi menghadirkan ruang-ruang yang memadai tersebut adalah dengan ìpermainanî split level. Hal ini terlihat pada pembagian zona ruang ke dalam dua lantai yang disisipi juga dengan dua level mezanin.

Salah satu hal yang membuat rumah ini terlihat berkarakter adalah tampilan akhir pada rumah modern tropis ini. Untuk memberikan ìnyawaî pada bangunan tropis, arsitek banyak memilih material alam ekspos pada tampilan akhirnya. Adapun sentuhan unfinished yang sengaja dihadirkan memberikan kesan yang lebih memikat dan unik.

Pada fasad bangunannya, selain aplikasi batu andesit, batu kali yang disandingkan dengan beton ekspos dan batu bata merah ekspos dari Cikarang memberikan aksen tersendiri di antara warna monokrom yang dominan.

Pada bagian dalam, aplikasi material ekspos dengan sentuhan unfinished tetap dapat ditemui. Namun, untuk memberikan kesan yang lebih nyaman, arsitek banyak menggunakan material kayu. Misalnya, untuk aplikasi pada lantai dan pada furniturnya.

Sosok bangunan modern tropis mudah dikenali berkat pemilihan material yang khas dari bata merah ekspos dengan kombinasi beton ekspos.
Entrance rumah dihubungkan dengan area foyer yang dilengkapi dengan dua kursi sebagai area transisi yang menghubungkan dengan ruang-ruang dalam inti pada rumah ini.
Hubungan ruang antara area makan dan dapur. Desain ruang makan menghadirkan sensasi makan di ruang terbuka melalui aplikasi atap skylight.
Batasan pada ruang menonton TV dengan area lainnya dibedakan dengan split level setinggi 40 cm. Selain itu, arsitek juga bermaksud memberikan ruang yang lebih luas pada area bawah tangga sehingga dapat digunakan untuk area penyimpanan (storage).
Area kantor yang dihadirkan pada ruang mezanin. Material beton ekspos pada dinding dan plafon yang memberikan kesan rustic diimbangi dengan material bernuansa kayu.

KREDIT

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed