Farrizky Astrawinata, Pentingkan Kualitas Ruang yang Ideal

Kiki ars

Farrizky Astrawinata, mulai menginjak dunia arsitektur pada tahun 1999, sebagai mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Farrizky ingin menjadi arsitek karena ingin turut berpartisipasi dan terlibat aktif dalam mewujudkan arsitektur yang baik untuk masyarakat. Farrizky termasuk salah satu arsitek yang ikut berpartisipasi dalam”Pameran 15 Arsitek” di acara Living World Asri Home Festival yang berlangsung di Living World Alam Sutera.

Dia bersama rekannya mendirikan Moreids, sebuah studio arsitektur yang sudah berjalan hampir 8 tahun. Moreids banyak terlibat dalam desain hunian dan bangunan komersil kelas low dan medium, dimana pendekatan konsultasi dengan klien sangat memungkinkan untuk menjadi sangat personal. “Bagi kami arsitektur adalah ruang tempat manusia beraktivitas, sehingga kenyaman dan keriangan manusia yang berada di dalamnya adalah konsentrasi utama kami. Karena kami percaya manusia yang happy akan lebih produktif dalam aktivitasnya, sementara itu gaya ataupun bentuk arsitektur hanyalah ‘pembungkus’ dengan masing-masing ekspresinya dan itu bisa sangat beragam.” ujar Farrizky.

Selama menjalani profesinya, ia banyak mengerjakan desain rumah tinggal dengan pendekatan keidealan kualitas sebuah ruang. Baginya, arsitektur bukanlah hanya tentang bentuk bangunan, melainkan tentang kualitas ruang dengan aktivitas di dalamnya. Kualitas ruang yang ideal yang ia maksud adalah tentang fisika bangunan dalam sebuah arsitektur yang meliputi tiga hal dasar; pencahayaan, penghawaan, dan iklim atau ia lebih suka menyebutnya interaksi dengan alam. “Ketika ketiga hal ini secara maksimal berjalan dalam sebuah ruang, maka ruang tersebut mencapai keidealan sebagai tempat aktifitas manusia.” ungkap arsitek kelahiran Jakarta, 30 November 1981 itu.

“Arsitek bukan lagi seorang hakim arsitektur.” Hal ini ia ungkapkan karena baginya yang utama adalah mendengarkan keinginan klien dan berusaha memahami kebutuhan-kebutuhan mereka. “Kami hanya membantu merangkai semua kebutuhan-tersebut tersebut.” tambah Farrizky.

Foto: dok. Farrizky Astrawinata

LEAVE A REPLY