Film-Film Terbaik Karya Mahasiswa UMN Tayang di Living World Asri Home Festival

parade cosplay

Dalam acara Living World Asri Home Festival, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ikut berpartisipasi dengan menayangkan karya-karya film terbaik dari mahasiswa Program Studi Film & Televisi UMN. Pemutaran film berlangsung 3 kali, setiap hari Jumat, pada tanggal 19, 26 Februari dan 4 Maret 2016 pukul 14.00 WIB di West Atrium Living World Alam Sutera.

Di hari pertama film yang ditayangkan adalah film-film yang berhasil menembus festival film baik di dalam dan luar negeri, di hari kedua film action beserta demo fighting choreography dari  Ultimate Stunt Fighter (sebuah kegiatan mahasiswa yang menampung  kegairahan untuk mempelajari kegiatan  stunt  serta koreografi fighting), di hari ketiga film animasi yang ditayangkan beserta parade cosplay.

Berbagai genre yang dihasilkan oleh mahasiswa tidak lepas dari peran kampus yang memang membebaskan karya sesuai selera dan ketertarikan mahasiswa. “Tidak hanya untuk diikutsertakan ke ajang festival, ada juga yang tertarik dengan bidang komersial, tergantung mahasiswanya.” ujar Kemal Hasan Dosen Koordinator Produksi UMN yang juga mengajar untuk kelas Visual Effect dan Production Design.

Berdiri sejak tahun 2008, banyak lulusannya yang juga punya ketertarikan membuat video atau web series, dimana platform media online kini semakin berkembang pesat. Karena masih terbilang baru, untuk membangun koneksi yang kuat di industri film, masih perlu merintis.

Yang membedakan program studi film dan televisi UMN dibanding dengan kampus lainnya ialah di sini film dan animasi ditempatkan di satu wadah peminatan. “Hal ini dimaksudkan agar orang yang belajar film juga bisa belajar animasi, dan yang suka animasi bisa belajar struktur film juga. Kami juga mengajarkan efek visual sebagai bagian yang tidak hanya melengkapi cerita tapi juga membangun cerita.” tambah Kemal.

Melalui penayangan film karya mahasiswa di Living World Asri Home Festival menjadi salah satu ajang dan ruang bagi mahasiswa untuk bisa menunjukkan karyanya ke khalayak yang lebih luas lagi. “Dengan screening seperti ini, harapannya film mereka akan mendapat penonton, karena menjadi semacam showcase bagi mereka. Respon yang positif membuat mereka akan terus berkarya lebih baik lagi. Karena misi kami di perkuliahan tidak hanya ingin dapat menghasilkan tenaga-tenaga produksi tapi juga pemikir di industri film.” ujar Kemal.

LEAVE A REPLY