Furnitur Karya Sugeng Untung

Furnitur Karya Sugeng Untung
Ribbon Chair

Bermula pada tahun 2012, saat mengikuti kompetisi desain furnitur yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indoensia, Sugeng Untung menemukan minat baru pada bidang furnitur yang tidak pernah dia tekuni sebelumnya. Dibilang baru karena pria yang akrab disapa Uge ini memiliki latar belakang pendidikan desain interior.

Kegiatan mendesian produk furnitur jelas menjadi salah satu tantangan tersendiri, tetapi darinya hadir karya-karya seperti credenza, coffee table, dan table lamp. Dengan kreativitasnya, Sugeng mendesain berbagai produk furnitur hingga mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Furnitur Karya Sugeng Untung
Sugeng Untung dengan karya Roll Bench dan Terapi Standing Lamp

Salah satu karya terbesarnya berupa kursi. Sugeng menggunakan berbagai material dalam karya-karyanya tersebut, beberapa di antaranya merupakan material khas Indonesia yang terbarukan dan ramah lingkungan, seperti bambu dan rotan. Dirinya juga mengaplikasikan warna-warna cerah untuk memberikan kesan segar dan menghasilkan tampilan yang lebih kontemporer. Selain itu, Sugeng juga menggunakan warna-warna natural serta memadukan beberapa material, seperti besi dan kayu.

Furnitur Karya Sugeng Untung
Pincuk Chair

Berbagai produk furnitur karyanya juga tidak hanya mengutamakan aspek fungsi, tetapi juga memiliki sentuhan seni yang kental. Secara keseluruhan, karyanya terinspirasi kekayaan budaya Indonesia yang dikemas dalam desain yang lebih simple dan modern. Contohnya, Putu Chair, kursi ini terinspirasi dari bentuk Rumah Gadang dan terbuat dari paduan tiga material, yakni rotan, kayu untuk kaki-kakinya, dan bambu untuk dudukan yang berbentuk seperti kue putu, makanan tradisional khas Indonesia. Ada pula Pincuk Chair, terinspirasi dari bentuk wadah yang terbuat dari daun pisang yang dilipat dan disemat dengan lidi sehingga membentuk sebuah lekukan.

Furnitur Karya Sugeng Untung
Putu Chair

 

Foto: Ifran Nurdin

Artikel ini disadur dari artikel Majalah Griya Asri Edisi Juni 2016, “Furnitur yang Sarat Akan Estetika” oleh Denyza Sukma. 

LEAVE A REPLY