Furnitur Unik dari BeBrainless

Mendesain sebuah produk untuk disukai orang tentu menjadi sebuah faktor yang penting. Namun, empat pemuda kreatif yang tergabung dalam “BeBrainless” ini membuat produknya dengan ide awal, menciptakan suatu karya yang dapat membuat seseorang menyukainya tanpa harus berpikir panjang untuk memilikinya sehingga tercipta kombinasi dari “love at first sight” dan “impulse buying”. Dalam hal ini, produk yang diciptakan lebih sebagai aksen untuk memperkuat keberadaan produk yang sudah ada.

“Intinya, produk ini hadir bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai pelengkap dan aksen terhadap produk lain. Secara tidak langsung, kami menambahkan unsur estetika dan eksistensi produk lain melalui produk kami,” ujar Ari, perwakilan dari BeBrainless. “Kursi Biri-Biri”, misalnya oleh desainernya, Ardha Aja, sengaja di-finishing dengan mengaplikasikan warna pink.

Menurut Ardha dan Ari, untuk finishing lebih mengutamakan keaslian dan kualitas dari material yang digunakan agar dapat menonjolkan keunikan dan keindahan material tersebut. Dengan kata lain, finishing-nya sesuai dengan karakter dari kayu atau materialnya. Semua produk yang didesain oleh kelompok ini sendiri menggunakan material kayu impor, seperti American oak, walnut, dan poplar. Produk tersebut kemudian dipadukan dengan material lain, di antaranya metal, fabric, kulit, atau material lainnya.

Melalui pemilihan bahan, warna, dan fungsi, produk hasil karya kelompok ini berdesain simple dengan tampilan yang unik. Sasaran yang dibidik oleh kelompok ini pun ialah konsumen yang mengapresiasi seni sebagia suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, rumah memiliki produk tersendiri untuk memenuhi kebutuhan aspek interior.

Furnitur Unik dari BeBrainless

Furnitur Unik dari BeBrainless

Furnitur Unik dari BeBrainless

Furnitur Unik dari BeBrainless

Furnitur Unik dari BeBrainless

Foto: Ifran Nurdin

Artikel ini ditulis kembali dari artikel di Majalah Griya Asri Edisi Juni 2014, “The Combination of Love and Art” oleh Denyza Sukma.

LEAVE A REPLY