Gerakan Bersih-bersih Sambut Hari Jadi Masjid Istiqlal

Sumber: https://id.wikipedia.org

Menyambut perayaan hari jadi Masjid Istiqlal Jakarta ke 39, sebanyak 200 orang yang tergabung dari pecinta alam dan beragam komunitas di Jabodetabek melakukan gerakan bersih-bersih masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Upaya pembersihan dilakukan selama lima hari sejak 10 hingga 15 Februari mendatang.
Area yang dibersihkan meliputi bagian-bagian yang sulit dijangkau, seperti menara (antena, dinding, atap, dan lubang angin, tangga dan lantai) dan kisi-kisi yang berbahan stainless steel di koridor pelataran Masjid.

Kegiatan bersih-bersih ini diikuti oleh beragam usia, mulai dari siswa sekolah tingkat pertama,
mahasiswa hingga orang tua. ”Tujuan kami lebih menyasar kepada pendidikan karakter generasi muda. Diharapkan dengan cara seperti ini, mereka akan lebih peduli dengan kebersihan lingkungan”, ungkap salah satu panitia Setyo Ramadi yang juga anggota Mapala Universitas Indonesia angkatan tahun 1982 ini.

Setyo menjelaskan bahwa pembersihan meliputi bagian menara setinggi 90 meter, siring-siring ukuran 3 x 2,4 meter, stainless steel pada bagian toilet. Ia menambahkan untuk pembersihan menara dilakukan oleh para pemanjat profesional bersertifikat. Dengan tenaga relawan yang tersedia, mereka sebisa mungkin membersihkan.

Adapun Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan bersih-bersih yang dilakukan. “Ini bentuk kecintaan warga Indonesia terhadap masjid ini”, ujarnya.

Istiqlal merupakan masjid terbesar keempat di dunia. Pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Federich Silaban. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978, kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari ulang tahun masjid Istiqlal.

Tidak seperti masjid dalam arsitektur Islam Arab, Persia, Turki, dan India yang memiliki banyak menara, Istiqlal hanya memiliki satu menara yang melambangkan Ke-Esaan Allah SWT.

Struktur menara berlapis marmer berukuran tinggi 66.66 meter, melambangkan 6.666 ayat dalam persepsi tradisional dalam Al Qur’an. Ditambah kemuncak yang memahkotai menara terbuat dari kerangka baja setinggi 30 meter melambang 30 juz’ dalam Al Qur’an. Maka tinggi total menara adalah 96.66 meter. Masjid ini ditopang 12 pilar raksasa dan 5.138 tiang panjang.

 

Foto : Istimewa

LEAVE A REPLY