Guratan Abstrak Ekspresionis Seorang Raul Renanda

Seni dan budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa sang pelakunya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kegiatan berkesenian merupakan medium bagi para seniman untuk menyampaikan apa yang dirasakan dan dilihat mengenai sesuatu hal.

Kegiatan inilah yang dilakukan oleh Raul Renanda, seorang arsitek dengan berbagai talenta. Selain merancang bangunan dan mendesain ruang dalam, ia juga mengeksplorasi pengalaman “rasa” yang ia alami lewat melukis. Raul menggunakan kuas, cat minyak, akrilik, dan kanvas sebagai alat untuk mengungkapkan idenya. Ia juga mengeksplorasi penggunaan material semen pada beberapa lukisannya.

Banyak sekali karya yang telah berhasil ia buat. Dalam membuat lukisannya, Raul menghindari proses mendesain. Ia membebaskan begitu saja setiap goresan yang ingin dibuat di atas kanvas. Raul membahasakannya sebagai sebuah proses melukis abstrak ekspresionis.

“Dalam membuat lukisan, saya melakukan proses tanpa desain (undesign). Fokus utamanya adalah kemurnian ‘rasa’. Pemikiran hanya membantu secara teknis saja. Dengan cara itu, saya memerlukan kondisi mental tertentu untuk memulai melukis,” ujar Raul.

Pria yang lahir di Jakarta, 21 0ktober 1970 silam ini, menceritakan bahwa perkenalannya dengan seni rupa visual bermula dari orang tuanya.

“Orang tua saya penggemar lukisan. Sejak kecil, saya sering dibawa orang tua berkeliling mengunjungi berbagai galeri lukisan. Oleh karena itu, saya sudah terbiasa menyaksikan beragam seni visual itu,” ujar Raul.

Pada tahun 2011, Raul berkesempatan bertemu dengan Arifin, salah seorang pelukis terkenal di tanah air. Perbincangannya dengan Arifinlah yang lantas menginspirasinya untuk langsung membeli perlengkapan melukis dan mulai mendapatkan bentuk serta gaya lukisan yang sesuai dengan keinginannya. Adalah, gaya abstrak ekspresionis yang pada akhirnya dapat merepresentasikan rasa yang ingin disampaikan seorang Raul.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Abstraksi Ekspresionis Empat Warna” oleh Adhitya Putra di majalah Asri edisi desember 2014

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY