Harmonisasi ‘Dua Dunia’

Hunian yang kami liput ini merupakan hasil rancangan gaya arsitektur modern berpadu dengan desain rumah tua yang sudah puluhan tahun berdiri. Hasilnya adalah sebuah harmonisasi ‘dua dunia’ yang kekinian.

Hunian ini terletak di kawasan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Selain terdapat kegiatan pengrajin batik, kawasan tersebut juga dikenal sebagai wilayah dengan deretan rumah tua bergaya arsitektur zaman kolonial yang tentunya memiliki sejarah dan nilai budaya tinggi.

Perkembangan kondisi di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat menggusur rumah-rumah tua tersebut. Hal itu menginspirasi sang arsitek, yaitu Arie Wibowo untuk membangun rumah baru bergaya modern sesuai kebutuhan tanpa mengubah sosok rumah tua yang sudah puluhan tahun berdiri di area itu.

Ide rancangannya adalah mengembalikan tampilan rumah tua seperti aslinya yang dipadu dengan rumah baru bergaya modern yang tepat berada di sisinya. Cara itu berhasil menghadirkan perpaduan ‘dua dunia’ yang harmonis.

Pada tahap awal, arsitek berupaya ‘menyelamatkan’ rumah tua terlebih dahulu. Elemen bangunan yang khas seperti atap perisai yang tinggi dipertahankan. Susunan dan fungsi ruangnya ditata kembali sebagaimana dahulu aslinya.

Tahap selanjutnya adalah menentukan posisi dan bentuk rumah baru dengan memperhatikan aliran udara serta menciptakan interaksi yang harmonis antara rumah baru dan rumah tua. Rumah baru tersebut diletakan di halaman belakang. Wujudnya berupa kubus simpel yang memanjang dari timur ke barat.

Untuk interiornya, Arie mengaplikasikan warna-warna cat alami serta pemakaian material yang memberi kenyamanan bagi penghuni rumah. Sang arsitek juga merancang foyer yang mengantar ke satu ruangan luas yang berisikan pantri, ruang makan dan ruang menonton televisi.

Inilah hasil kombinasi yang harmonis antara revitalisasi rumah tua dengan desain hunian modern. Diharapkan perpaduan tersebut mampu memberi inspirasi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan budaya nya.

Lokasi : Kediaman Keluarga Eddy Sandjoko, di Baron, Solo, Jawa Tengah.

Arsitektur : Arie Wibowo
Kontraktor : Prima Graha
(Disadur dari Majalah Griya Asri Edisi Juli 2012, Penulis: Imelda Anwar, Fotografer: M. Ifran Nurdin)

 

SHARE
Previous articleBangun Suasana Romantis di Kamar Tidur
Next articleFengsui yang Anda Percaya Sudah Benar?
Adhitya Pratama
Penyusun kata di meja redaksi umum yang suka bersepeda di kala senja dan ngefans dengan band Radiohead. Ia selalu menghayati kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa “Menulis adalah sebuah keberanian...”

1 COMMENT

LEAVE A REPLY