Hunian Modern di Tengah Alam

Sosok arsitek Alex Santoso, yang dikenal lewat garis-garis desainnya yang unik dan modern, dipercaya pemilik rumah untuk merancang huniannya. Awalnya tapak merupakan lahan kosong dalam sebuah kaveling cluster yang telah siap dibangun. Suasana hijau sudah terbentuk secara alami.

Bagian muka bangunan ini berhadapan dengan “lereng bukit” yang terjadi akibat perbedaan kontur lahan dan ditumbuhi oleh pohon-pohon flamboyan. Hal ini menciptakan suasana asri dan hijau alami di sekeliling bangunan. Karena itulah arsitek membuat area terbuka di depan massa bangunan utama. Dengan demikian sesuai dengan keinginan pemilik rumah, suasana santai pun dapat dirasakan pada hunian ini.

Dari depan, hunian yang berdiri di atas lahan seluas 45 m² ini terlihat sangat modern dengan bentuk massa bangunan yang “dekonstruktif”. Bentuk massa bangunan yang dinamis ini sesuai dengan konsep dasar hunian ini yaitu dynamic house. Arsitek merancang hunian dengan penciptaan massa bangunan dan penempatan susunan ruang yang tidak biasa. Massa bangunan utama berbentuk seperti huruf L dan membentuk sebuah ruang terbuka yang luas dengan sarana yang lengkap untuk aktivitas outdoor.

Unsur modern juga terlihat dari tata letak ruangan. Misalnya merancang area terbuka berupa taman dan kolam renang sebagai area penerima tamu sebelum masuk ke bangunan. Selain itu pengolahan massa bangunan yang berlekuk dan tidak mengikuti grid yang baku, serta atap dengan kemiringan yang berbeda juga menguatkan kesan modern dan kontemporer.

Keterbatasan lahan bangunan seluas 517 m² ini disiasati dengan membagi hunian menjadi tiga lantai. Ruang terbuka yang terdiri dari reflecting pool, jacuzzi, dan taman ini ditempatkan pada bagian depan hunian.

Salah satu hal unik pada hunian ini adalah adanya jembatan dengan rangka baja dan lantai kaca tempered laminated yang berada pada void ruang keluarga. Jembatan berangka baja ini menggunakan teknologi mutakhir. Konsep modern dan dinamis tidak hanya diterapkan pada aspek arsitektur saja, tetapi juga diterapkan pada aspek interior. Perpaduan warna hitam, abu-abu dan putih dipilih untuk interior dan furnitur.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Kediaman Keluarga Christian dan Frisca di Kawasan BSD, Tangerang
Arsitek: Alex Santoso
Penulis: Okita Sisy Tiara
Fotografer: M. Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY