Interior Elok dan Nyaman

Hunian adalah cermin gaya hidup pemiliknya. Harapan dan ide desain adalah acuan bagi desainer interior untuk merancang interior. Seperti unit apartemen berikut ini yang dirancang berdasarkan gaya klasik Amerika karena pemilik ingin merasakan kembali suasana rumah-rumah di negara Amerika yang pernah ditinggalinya.

Unit apartemen ini memiliki luas 130 m2 dan pemilik memberikan kepercayaan kepada tim desain De Stijl untuk merancang interior apartemen ini seperti harapannya.

Untuk memenuhi harapan pemilik, desainer melakukan beberapa perombakan dari denah eksisting, tetapi tanpa mengubah strukturnya.

Tahap awal langkah desainer adalah membuat layout baru dengan mengubah letak bagian dinding. Beberapa divider built in juga dibuat sebagai penyekat baru yang tidak masif. Misalnya, dinding area dapur yang dibongkar, dimundurkan ke arah ruang servis untuk memberikan ruang yang lebih luas pada dapur.

Perluasan dapur ini memenuhi kebutuhan aktivitas pemilik unit apartemen yang memang memiliki hobi memasak. Selain itu, pemilik unit apartemenjuga ingin membuat area dapur berfungsi sebagai tempat berkumpul dan tempat menjamu kerabatnya yang datang berkunjung.

Beberapa solusi desain untuk membuat ruang ìdaruratî pun dibuat untuk memenuhi kebutuhan ketika diperlukan ruang yang lebih luas. Desainer membuat sudut area duduk yang sewaktu-waktu dapat dijadikan sebagai kamar tamu dengan membuat dinding gypsum lipat. Pemilik unit apartemen yang suka berkumpul bersama keluarga ini membutuhkan tambahan kamar untuk melengkapi kedua kamar eksisting.

Bagaimana desain interior klasik Amerika diterapkan pada unit apartemen ini?

Cover-ASRI_Maret-'13Artikel lengkap tentang “Interior Elok dan Nyaman” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 14 No. 03, Maret 2013.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Tri Rizeki Darusman
Co-writer: Sumardiono