Jam Gadang, Landmark Kota yang Bersejarah

Berwisata ke Provinsi Sumatera Barat, tentu Anda tidak akan melewatkan ikon wisata yang satu ini. Menara jam yang juga merupakan pusat penanda Kota Bukitinggi ini biasa disebut “Jam Gadang”. Kata gadang sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “besar”, menandakan ukuran jam yang cukup besar di keempat sisi bangunan.

Jam ini dibangun pada tahun 1926 dan merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda di Indonesia. Dari atas menara, akan terlihat jelas tiga gunung yang mengelilingi Kota Bukittinggi, yakni Gunung Singgalang, Gunung Merapi, dan Gunung Sago. Sebagai landmark dan objek wisata, taman yang ada juga telah diperluas.

Jalur pedestrian dibuat nyaman dengan digunakannya contblok serta banyaknya pohon peneduh yang membuat lingkungan bertambah asri. Adanya penataan jalur pedestrian ini juga menyatukan Istana Bung Hatta yang berlokasi di seberang Jam Gadang, serta menghindarkan kontak langsung antara pejalan kaki dan berbagai jenis kendaraan.

Masyarakat yang datang dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti berolahraga dan mengelilingi kawasan Jam Gadang dengan menaiki kuda atau bendi. Tidak hanya itu, berbagai acara pun banyak digelar di lapangan sekitar area Jam Gadang. Dengan demikian, objek wisata ini telah menjadi ruang publik dan tempat berinteraksi masyarakat. Tentu saja, berbagai acara tersebut dapat membuat Jam Gadang semakin menarik untuk dikunjungi!

Foto: Didan N. Sardjono

Artikel ini ditulis kembali dari artikel di Majalah Griya Asri Edisi Mei 2012, “Jam Gadang Pemersatu Publik” oleh Didan N. Sardjono.

LEAVE A REPLY