“Kabut” Liris dalam Lukisan Titis Jabaruddin

titis jabaruddin

Konsistensi Titis Jabaruddin, perupa perempuan Indonesia yang telah berkarya selama 50 tahun ditampilkan dalam pameran bertajuk “Garis Liris Titis” di Galeri Nasional, 15-26 Maret 2016. Pameran tunggal ke-10 Titis ini merangkum sekitar 73 karya lukis, grafis, drawing, sketsa, dan digital art dalam rentang tahun 1965-2016. Pameran ini dikuratori oleh kurator Galeri Nasional, Citra Smara Dewi.

Titis Jabaruddin

Titis merupakan pelukis perempuan pertama yang bergabung dengan Pasar Seni Ancol pada tahun 1979. Titis yang merupakan lulusan ASRI Yogyakarta ini pernah bekerja menjadi desainer iklan, reporter, penulis dan fotografer di media. Dalam karya-karya Titis, ia banyak menggunakan media pastel, yang menurutnya material yang paling cocok dengannya. Meski ia sudah menggunakan berbagai media, dari mulai cat air, akrilik dan cat minyak.  “Dengan pastel saya seperti bisa menampilkan visual kabut. Kabut itu seperti menunjukkan perjalanan tanpa akhir yang tidak ada batasnya. Kabut itu seperti menandakan dunia lain yang tidak tersentuh. Persis seperti melukis itu sendiri, sebuah proses dimana pikiran dan imajinasi dapat mengembara bagai laut yang tak bertepi dan langit yang tak terbatas.” ujar Titis.

titis jabaruddin

Kabut-kabut itu terlihat samar sekaligus jelas dalam penggambaran figur-figur perempuan yang ia tampilkan. Senyum yang merekah, angin yang menerpa rambut, leher yang mendongak yang menurut Titi menggambarkan sikap optimisme dan harapan menjadi hal-hal yang melekat di beberapa lukisan Titis. “Saya tidak ingin menampilkan kesedihan dan kengerian.” ujarnya.

titis jabruddin

Kabut-kabut itu begitu liris dan lembut, menyiratkan sosok perempuan-perempuan yang menyimpan kekuatan di dalam ketenangannya, dan di balik aktivitasnya yang feminim, hal itu tampak dalam lukisan berjudul “Panen Sayur”, “Timang-Timang”, dan “Senandung dari Tepian”, warna-warna yang hadir dalam lukisan-lukisan tersebut adalah warna-warna yang menyejukkan mata. Dari kabut-kabut yang samar itu, Titis menampilkan gelombang kehidupannya yang tenang dan damai, cenderung seolah tanpa gejolak yang terlalu berarti.

titis jabaruddin

Selama menjalani profesinya sebagai pelukis, Titis telah berpameran di dalam dan luar negeri. Kini selain telah menjadi istri, ibu, dan nenek, Titis tetap berkarya, ia masih tampak begitu energik meski telah menginjak usia 73 tahun.  Apa yang telah dilakukan Titis menjadi sebuah rekam jejak yang diharapkan mampu menginspirasi seniman-seniman muda lainnya, untuk terus berkembang, dan tidak berhenti berkarya, karena Titis telah membuktikan banyak hal melalui konsistensinya.

Foto: Aprillia Ramadhina

1 COMMENT

LEAVE A REPLY