Kaitan Antara Ruang yang Berantakan dengan Kreativitas

Benarkah Ruangan yang Berantakan dapat Menciptakan Kreativitas?

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan perintah atau kalimat yang menyuruh untuk selalu membersihkan ruangan, meja kerja, rumah, ataupun lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih memang dapat memberi manfaat dan jauh lebih sehat. Namun, bukan berarti lingkungan, rumah, atau ruangan yang berantakan tidak membawa kebaikan, loh!

Dalam penelitian yang dilakukan oleh psikolog Kathleen Vohs beserta tim peneliti dari University of Minnesota dan dipublikasikan di Psychological Science, menunjukkan bahwa meja atau ruangan yang berantakan juga memberi keuntungan, yakni dapat mengembangkan pikiran-pikiran yang kreatif serta mendorong ide-ide baru.

Vohs meneliti berbagai macam lingkungan pekerjaan dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner dalam sebuah ruang, beberapa di ruangan yang rapi, sementara yang lain di ruangan yang berantakan. Partisipan juga diminta untuk menyebutkan berbagai manfaat atau kegunaan baru bola pingpong. Hasilnya, orang-orang di kedua ruangan tersebut menyebutkan sama banyaknya, tetapi ide dari orang-orang yang berada di ruang berantakan dinilai lebih menarik dan kreatif saat dievaluasi oleh juri.

Vohs menjelaskan, berada dalam ruangan yang rapi mendorong orang-orang untuk melakukan seperti yang diharapkan orang lain terhadap mereka. Sementara berada dalam ruangan yang berantakan mengarahkan orang-orang pada kreativitas. Para peneliti juga mengemukaan bahwa orang-orang yang berada di ruang berantakan cenderung memilih produk baru dibandingkan produk yang sudah terkenal.

Hal tersebut merupakan salah satu tanda bahwa berada dalam ruang atau lingkungan berantakan membuat orang cenderung lepas dari kebiasaan atau hal-hal yang bersifat tradisional sehingga dapat menghasilkan pandangan yang lebih mendalam. Berbeda dengan orang-orang di ruang yang rapi, mereka cenderung memilih jalur aman dan lebih memilih produk yang sudah terkenal.

Penelitian ini dilakukan di enam lokasi berbeda, dan menunjukkan bahwa tampilan spesifik atau jenis ruangan tidaklah terlalu penting, dengan membuat lingkungan tidak rapi menurut Vohs sudah dapat membuat perbedaan yang besar dalam perilaku seseorang.

Jadi, apakah Anda tertarik membuat ruangan di rumah menjadi berantakan atau dengan ini semakin memberi alasan untuk tidak merapikan rumah?

Foto: 1800gotjunk

Sumber: psychologicalscience

LEAVE A REPLY