Keharmonisan Hitam-Putih dalam “King Ink” Karya Enrico Soekarno

king-ink1

Enrico Soekarno, seorang seniman yang telah berkarya sejak tahun 1988 dan melalui karya-karyanya banyak bicara mengenai objek sosial kemasyarakatan, kini kembali menghadirkan sebuah pameran tunggal karya seni dan peluncuran bukunya “King Ink. King Ink diluncurkan pada tanggal 2 Juni 2016 di D Gallerie,  D’Gallerie, Jalan Barito 1 No 3 Jakarta Selatan. Pameran dan peluncuran buku tersebut diresmikan oleh Bapak Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), dan pamerannya akan berlangsung sampai dengan 30 Juni 2016.

Lewat King Ink, Enrico Soekarno menyusun karya-karyanya lewat buku. Karya-karya didalam buku King Ink merupakan drawing dan etching hitam putih di atas kertas berukuran mungil, dari terkecil 8 x  12 cm hingga paling besar 40 x 40 cm, yang bila dipajang begitu saja di galeri yang lazimnya memajang lukisan berukuran besar, bisa jadi daya pukaunya akan susut.

king-ink2

Untuk itu, Enrico mengumpulkan semua karyanya tersebut dalam sebuah buku yang mudah dibawa, serta bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja. Buku ini juga berperan sebagai “galeri berjalan”  untuk memiliki karya seni dengan skala yang tepat, dan lebih terjangkau.

Buku King Ink ini berisikan lebih dari 125 karya-karya gambar terpilih Enrico Soekarno sepanjang lebih 25 tahun berkarya dan dilengkapi dengan esai dari Oscar Motuloh dan Eddy Soetriyono. Buku ini diterbitkan dan didistribusikan oleh penerbit ternama Red & White Publishing.

king-ink3

Dalam karya-karyanya di King Ink, Enrico memilih media hitam-putih yang dipahami sebagai kerangka filsafat yin dan yang, yakni selalu menjaga keseimbangan dan keharmonisan. Dalam karyanya, Enrico bekerja dalam detail, berbicara dengan pernik dan rinci, baik dari segi bentuk maupun isi, segi teknis maupun metafor, dan segi rupa maupun narasi. Sehingga, kehadiran karya-karyanya membutuhkan jarak pandang yang dekat dan akrab.

enrico

Hadirnya King Ink bertujuan untuk mengenalkan cara alternatif mengkoleksi benda seni dengan mudah dan menarik. Selain itu, karya-karya dalam buku ini  juga bermaksud untuk mengisi kekosongan akan seni gambar yang belakangan ini dihiasi oleh karya-karya instalasi dan lukisan skala besar.

Foto: dok. Blackhole Studio

LEAVE A REPLY