Keindahan Wanita dalam Patung karya Neneng S. Ferrier

Keindahan sosok wanita tak pernah habis untuk diperbincangkan dan dipertunjukkan. Salah satunya diekspresikan melalui karya-karya patung oleh Neneng S. Ferrier, salah satu seniman Indonesia. Dalam karya-karya patung yang ia ciptakan, Neneng S. Ferrier terinspirasi dari kehidupan para wanita sehari-hari yang sering ia jumpai.

Menurut Neneng, karya-karyanya lebih bertujuan untuk merenungkan makna hidup yang ada secara menyeluruh, bukan membahas secara eksplisit tentang masalah gender.

Hal tersebut terlihat jelas pada karya patungnya yang berjudul “Inner Beauty Series” (2008). Lewat simbol-simbol bunga yang keluar dari perut wanita dengan posisi terlentang, Neneng ingin menceritakan sekaligus menjadi bahan untuk perenungan bahwa kecantikan wanita tidak hanya dinilai dari fisiknya saja, melainkan juga dari dalam diri wanita (inner beauty).

Lalu, tak kalah menariknya patung karya Neneng yang diberi judul “Any Question” (2011). Lewat karyanya ini, Neneng menggambarkan tentang interaksi perempuan dengan anak-anak. Karya ini seakan-akan ingin bercerita tentang sosok wanita yang baik yang dapat membimbing anak-anaknya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perupa yang berhasil meraih medali emas pada ajang “Creative Cities Collection Olympic Fine Arts London 2012” ini juga jeli membahas persoalan yang kini tengah dihadapi wanita modern dalam hal kebebasan berekspresi.

Melalui patungnya yang diberi judul “Self Conscious” (2011), Neneng mencoba bercerita bahwa wanita cukup sadar dan mandiri untuk menentukan hal apa pun yang ingin mereka kerjakan dan ekspresikan sesuai dengan tradisi yang berlaku. Lalu, material apa yang digunakan Neneng dalam menciptakan karya-karya patungnya?

Artikel lengkap tentang “Keindahan Wanita dalam Patung karya Neneng S. Ferrier” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 11, November 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Penulis: Adhitya P. Pratama
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-writer: Sumardiono

SHARE
Previous articleRotan Sintetis yang Estetis
Next articleYu Sing: Arsitek Muda yang Progresif
Adhitya Pratama
Penyusun kata di meja redaksi umum yang suka bersepeda di kala senja dan ngefans dengan band Radiohead. Ia selalu menghayati kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa “Menulis adalah sebuah keberanian...”

LEAVE A REPLY