Kenali Dulu Karakteristik Material Penutup Atap

atap rumah

Kerusakan pada struktur (rangka) atap terkadang menuntut Anda untuk melakukan perubahan total pada seluruh rangka. Tak cukup lagi perbaikan kecil. Ciri kerusakan itu terlihat dari posisi atap yang miring, genteng bergeser atau jejak rayap di sekitar plafon.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengganti atap. Diantaranya adalah memperhitungkan kekuatan bangunan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pemilihan material penutup atap. Mintalah bantuan kontraktor untuk menghitung kekuatan struktur yang menopang bangunan. Pastikan struktur bangunan cukup kuat untuk menahan rangka atap yang baru. Berikut ini adalah tiga pilihan material untuk rangka atap yang dapat Anda pilih ; kayu, baja konvensional dan baja ringan. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda dan tentu saja harus Anda kenali dulu sebelum mulai mengganti atap.

Kayu

Tidak material lain yang mampu mengalahkan tampilan kayu nan eksotis. Apalagi jika Anda berniat untuk mengekspos rangka atap, material ini lebih mudah dibentuk dibandingkan kedua material lainnya. jika Anda hendak memilih kayu, maka gunakan kayu kelas I atau II seperti jati, damar laut, ulin dan kayu hitam. Jangan lupa untuk memberikan treatment berupa cairan antirayap untuk pencegahan, lakukan perawatan rutin 3 hingga 5 tahun sekali.

Baja Konvensional

Salah satu keistimewaan baja konvensional dibandingkan material penutup atap lainnya adalah kekuatannya. Yang perlu Anda perhitungkan adalah bobotnya yang berat. Baja juga memerlukan pengecatan sebelum diaplikasikan untuk mencegah karat, serta memerlukan tukang khusus untuk memasangnya.

Baja Ringan

Bobot baja ringan paling enteng diantara kedua material lainnya. Material ini juga anti karat sehingga tak perlu treatment khusus sebelum dipasang. Aplikasinya pun cepat, 15m2 hingga 25m2 per hari. Anda hanya perlu menyiapkan rencana berupa gambar denah dan desain atap agar material yang terpakai sesuai kebutuhan dan tak ada sisa.

LEAVE A REPLY