Keramik Semakin Memesona

Seiring dengan kemajuan teknologi, melalui beberapa teknik pembuatan kini gerabah yang semula dikenal sebagai bahan dasar kebutuhan rumah tangga, sudah menjadi produk bergengsi di dunia industri barang kerajinan yang semakin memesona. Keramik yang dihasilkan dari proses bakaran tinggi akan menghasilkan produk yang berkualitas, terutama dari segi desain.

Teknik pembuatan keramik ada beberapa macam, seperti teknik putar, teknik pinci, teknik pilin, teknik lempeng dan teknik cetak cor. Adapun untuk finishing-nya sangat beragam. Tekstur keramik banyak dihasilkan dari berbagai penggunaan material dan inovasi terbaru pengerajin dalam menciptakan keramik tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Deni Yana misalnya, salah seorang Dosen ITB jurusan Keramik yang memanfaatkan limbah kertas koran menjadi keramik.

Ia menjelaskan bahwa kertas koran terlebih dahulu dibuat bubur kertas (pulp), lalu dicampur dengan adonan tanah liat (jenis stoneware) yang berasal dari Sukabumi. Setelah adonan bercampur dengan baik kemudian dibakar di oven dengan suhu 1.250 derajat Celcius. Menurutnya, ada dua alasan mengapa harus dicampur dengan kertas koran. Pertama, karena kertas pada suhu tertentu akan terbakar sehingga tercampur dengan adonan tanah dan menjadi lebih ringan. Kedua, adonan menjadi lebih elastis seperti paper clay sehingga dengan mudah dapat dibentuk sesuai dengan imajinasi sang pengrajin.

Adonan yang sudah tercampur tersebut kemudian dituangkan ke atas gypsum dengan ketebalan tertentu. Setelah itu teksturnya dibuat dengan cara meletakkan kain pel di atasnya (tekstur kain pel yang bergaris-garis mirip dengan guratan daun). Kemudian di atas kain tersebut di-roller sehingga tekstur kain dapat melekat di atas adonan tersebut. Setelah menempel teksturnya, maka siaplah untuk dibentuk. Proses akhir adalah membakar dengan suhu bakaran tinggi dengan memberikan glazur agar hasilnya sesuai dengan desain yang diinginkan.

Karya yang dihasilkan Deni Yana berupa benda seni (artwork) dan produk yang fungsional. Khusus untuk produk fungsional, ia membuat wadah berupa pincuk, yang merupakan wadah tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari daun pisang yang di kedua ujungnya ditekuk dan disemat dengan potongan lidi. Dalam hal ini Deni Yana ingin memopulerkan teknik bungkus yang umumnya memakai daun yang kini diganti dengan material baru yaitu keramik.

Liputan dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

Lokasi: Tierra Hejo, Parongpong – Lembang – Jawa Barat
Penulis: Denyza Sukma
Fotografer: M. Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY