Kini Masyarakat Bisa Barter Listrik dengan PLN

Kini Masyarakat Bisa Barter Listrik dengan PLNBarter listrik dengan PLN kini bukan lagi hal yang mustahil. Namun, tidak semua masyarakat bisa melakukannya. Barter listrik ini hanya dapat dilakukan oleh masyarakat pengguna panel surya di rumahnya. Barter tersebut menjadi memungkinkan karena adanya kelebihan produksi yang dihasilkan oleh panel surya. Kelebihan ini kemudian dapat dikirim ke PLN melalui meter listrik ekspor impor.

Dengan panel surya, itu artinya masyarakat memiliki dua sumber listrik di rumah. Masyarakat dapat memilih untuk menggunakan listrik dari PLN atau panel surya. Melalui meteran ini, produksi listrik panel surya tidak akan terbuang dan juga dapat menguntungkan masyarakat yang mengirimkannya. Untung yang dimaksud ialah dapat mengurangi tagihan listrik bulanan di rumah. Dengan kata lain, bila rumah menggunakan listrik dari PLN sebesar 300 kWh, sementara produksi panel surya yang dikirim 100 kWH, yang perlu dibayar konsumen hanya senilai 200 kWh.

Untuk bisa menggunakan meter listrik ekspor impor, pertama masyarakat harus terlebih dahulu melakukan proses pengajuan. “Meteran ini prosesnya bisa memakan waktu 4 bulan, dari proses pengajuan sampai dipasang. Bisa dibilang, kita beli meteran itu, kita tukar dengan meteran lama, entah itu token atau pascabayar dengan meteran ekspor impor,” ujar Andoko Aribowo, salah seorng pengguna panel surya dan meter listrik ekspor impor.

Sistem ekspor impor nantinya bisa diintegrasikan dengan sistem, seperti smart grid, panel surya, dan baterai. Dengan sistem smart grid, prioritas sumber daya listrik untuk rumah dapat ditentukan. Selain itu, bila produksi listrik dari panel surya sudah surplus, melalui sistem smart grid produksi tersebut diatur untuk dikirimkan ke baterai atau ke PLN. [Baca juga: Tahapan Memasang Panel Surya di Rumah, Mewujudkan Konsep Rumah Ramah Lingkungan]

Foto: Dok. Andoko Aribowo

LEAVE A REPLY