Komedi Satir Penuh Warna dalam Pameran Lukisan Ramadhan Bouqie

Ramadhan Bouqie atau yang akrab disapa Tatang, mengadakan pameran tunggal bertajuk “Celebrating Disorder” di Galeri Nasional, pada tanggal 6-18 Oktober 2015. Pameran yang dikuratori oleh Jim Supangkat ini menyajikan catatan kehidupan dari perilaku manusia yang cenderung menabrak, mengabaikan, menolak aturan, tatanan hukum, etika dan adab. Realitas ini menurut Tatang banyak sekali terjadi di era yang maju dan global seperti sekarang ini. Ia menyampaikan keadaan yang ia rasakan khususnya di Indonesia, dimana penyimpangan dan penyelewengan dilakukan setiap kalangan mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas.

“Saya ingin merayakan kesemerawutan itu sebagai bahan renungan bahwa kita sebagai manusia yang beradab dan memiliki kemuliaan harus kembali kepada kodratnya yakni menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi.” ujar Tatang.

Ia menghadirkan sindiran dan renungan itu dengan pendekatan simbolik, komikal, parodikal, dan humor yang cerdas, dengan memasukkan figur-figur seperti Mr. Bean dan badut. Ia ingin menyampaikan kritik sosial dengan cara yang gembira dan playful untuk menumbuhkan rasa optimis bahwa keadaan yang semerawut dan penuh penyimpangan ini dapat diubah dan harus diperbaiki.

Ada banyak gambar anjing yang Tatang hadirkan dalam beberapa lukisannya yang dipamerkan, menurut dia, anjing-anjing itu sebagai simbol bahwa kemuliaan manusia sudah semakin memudar berganti dengan perilaku yang menyerupai binatang.

“Kemanusiaan dan kebinatangan kini sudah semakin samar dan baur. Bukan berarti anjing atau binatang itu buruk, hanya saja selucu-lucunya mereka, mereka tetap binatang, dan manusia yang punya akal sehat sebaiknya tidak berperilaku seperti binatang.” jelas Tatang.

Foto: Aprillia Ramadhina dan dok. Galeri Nasional

LEAVE A REPLY