Komunitas Backpacker Dunia, Ke Luar Negeri Bukanlah Mimpi

komunitas backpacker dunia

Ke luar negeri bukan lagi mimpi. Inilah kira-kira misi yang dilontarkan oleh sekumpulan orang yang tergabung dalam komunitas Backpacker Dunia. Menurut salah seorang pendiri komunitas ini yaitu Elok Dyah Meswati, komunitas ini berawal dari sebuah kelompok diskusi yang membahas isi buku karyanya yang berjudul “Backpacking Hemat ke Australia”.

Kegiatan diskusi yang sebelumnya hanya merupakan salah satu kegiatan promosi buku di awal bulan September 2009 ini, justru menjadi berkembang dan membahas topik seputar jalan-jalan ke negara tujuan lain. Kini anggota komunitas Backpacker Dunia sudah mencapai 11.300 orang dan tersebar di hampir seluruh dunia, terutama orang Indonesia yang tinggal di negara lain.

S : Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Backpacker Dunia?

BD : Anggota Backpacker Dunia itu tidak harus selalu bawa backpack lho, yang penting kita bisa mengatur perjalanan secara mandiri, tidak bergantung atau dibatasi seperti saat kita mengikuti jadwal tur oleh travel agent. Di sini kami saling berbagi pengalaman mulai dari itinerary, aplikasi visa, mencari penginapan murah dan aman sampai trip serta tips untuk “bertahan” selama berada di luar negeri. Bagi anggota yang ingin menginap secara gratis di rumah anggota lain di luar negeri, kami bisa menghubungkannya ke komunitas CouchSurfing di Indonesia.

S : Apa manfaat yang didapat oleh anggota saat bergabung dengan komunitas ini?

BD : Dari diskusi dalam komunitas, anggota terutama yang muda-muda lebih berani untuk “keluar melihat dunia” dan mengetahui serta merasakan secara langsung seperti apa budaya, bahasa, serta keunikan di negara lain. Ambil manfaatnya untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita tidak seperti ungkapan “katak dalam tempurung”. Kami juga mengajak anggota untuk aktif dalam beragam kegiatan seperti jalan bersama-sama, gathering yang diadakan hampir setiap bulan atau sekadar “berburu” bersama saat ada tiket penerbangan murah.

Foto : Dok. Backpacker Dunia

*Artikel ini disadur dari artikel “Backpacker Dunia, Keluar Negeri Bukan Lagi Mimpi” oleh Imelda Anwar yang terbit di majalah Smartdesign edisi Februari 2013

11 COMMENTS

  1. Selamat sore , bagaimana persyaratan untuk bisa gabung ke komunitas?
    Mungkin ada fb, twiter atau wa yg bs di add
    Terima kasih

  2. Bayangkan, jika pariwisata di daerah tertentu meningkat, maka dengan otomatis perekonomian di daerah itu akan meningkat pula. Infrastuktur akan berkembang pesat, wisatawan lokal maupun luar negeri akan berdatangan. Roda perputaran perekonomian akan begulir dengan sangat baik.

    Saya ambil contoh Raja Ampat, Lombok, Pulau Cinta Gorontalo dll. Sekarang di sana perekonomian berkembang pesat, infrastuktur maju pesat. Dampak posotive yang begitu besar dapat dirasakan juga oleh masyarakat sekitar dan negara.

    Maka dari itu mari kita dukung daerah lainnya agar menjadi pusat pariwisata dunia berikutnya. Agar Indonesia menjadi kiblat pariwisata dunia, dan agar dunia membuka mata bahwa Indonesia itu indah

    klik, vote & share : https://ayojalanjalan.com/vote/

  3. Wisata memang sangat dibutuhkan sebagai bagian dari hiburan setelah kita disibukkan oleh urusan kerjaan yang monoton…Di dalam jiwa yang sehat akan membuat badan yang sehat pula.

LEAVE A REPLY