Komunitas Belajar Desain, Wadah Berbagi Lintas Profesi

belajar desain

Komunitas Belajar Desain merupakan sebuah komunitas terbuka lintas disiplin antar desainer, arsitek, seniman dan insan kreatif lainnya serta orang awam yang ingin tahu lebih banyak tentang desain dan proses kreatif. Belajar Desain sudah terbentuk sejak tahun 2004 dan telah melakukan beberapa kegiatan seperti #BDGathering sebanyak 53 kali, Open House serta Workshop di beberapa tempat seperti kampus-kampus, Toko Buku Aksara, Gramedia, Granito Tile Studio, Kemang 89 dan juga pusat-pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Living World dan FX Sudirman. Komunitas Belajar Desain berkolaborasi dengan komunitas Biang Desain mengadakan Belajar Desain Gathering 51 – 53 di Living World Alam Sutera yang menjadi bagian acara Living World Asri Home Festival.

komunitas belajar desain
Foto: dok. komunitas belajar desain

Anggota dari komunitas ini sifatnya cair, dan tidak ada formalitas pendataan peserta. Namun, jumlah anggota yang terlihat dari Mailing List (milis) terdapat sebanyak lebih dari 5200 orang, di Facebook Group 5400 orang dan memiliki lebih dari 3800 follower di Twitter.

“Karena lintas profesi, maka arsitek bisa belajar desain grafis dari desainer grafis, fotografer bisa belajar seni dari seniman lain, dan lain sebagainya. Berkumpulnya orang-orang dengan profesi dan latar belakang berbeda tapi memiliki benang merah kreativitas, memungkinkan terjalinnya jejaring-jejaring baru dan bisa tercipta project-project kolaborasi.” ujar Sigit Kusumawijaya, arsitek yang merupakan salah satu pendiri komunitas Belajar Desain.

bd2
komunitas belajar desain

Beberapa pembicara menarik juga pernah didatangkan untuk berbagi ilmunya baik dari individu seperti arsitek Yori Antar, arsitek Andra Matin, arsitek Raul Renanda, arsitek Ary Indra, psikolog Eileen Rachman, desainer produk Baskoro Junianto, Inco Harper, ilustrator Anto Motulz, Glenn Marsalim, penulis buku Arsitektur Imelda Akmal, creativator Adez Aulia, Handoko penulis buku “Brand Gardener”, maupun komunitas-komunitas seperti Indonesia Berkebun, Ruang Rupa, Indonesia Sketchers, Couch Surfing, Tembokbomber, dan lain-lain. “Ke depannya, semoga komunitas ini bisa memberikan kontribusi lebih untuk membuat bangsa ini menjadi lebih kreatif.” lanjut Sigit.

Facebook Group: DESIGN LEARNING [: designers open community]

Facebook Page: Design Learning [: designers open community]

Twitter: @BelajarDesainBD

2 COMMENTS

  1. Dengan mengakomodir para desainer-desainer berbakat indonesia – berarti menjebatani tenaga potensial, mengurangi pengangguran, dan memajukan dunia property kita.
    Maju terus,,,,,

LEAVE A REPLY