Komunitas Orkestra di Taman Kota

_MG_1664
Para anggota TSC yang terdiri dari anak-anak dan remaja belajar memainkan lagu-lagu daerah Indonesia

Selain sebagai sarana penghijauan dan keindahan, taman kota juga menjadi ruang berinteraksi bagi warga masyarakat. Kita bisa melihat hal itu di taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Setiap minggu pagi, sebuah kelompok bernama Komunitas Taman Suropati Chamber (TSC) berkumpul dan bersimfoni di taman kota tersebut.

Dibentuk sejak tahun 2010, komunitas yang digagas oleh Agustinus Esti Sugen Dwiharso ini, mengajarkan cara bermain berbagai alat musik, terutama biola. Selain itu, TSC juga mengajarkan para anggotanya dalam membaca partitur lagu. Biasanya, yang diajarkan adalah lagu daerah dan nasional Indonesia maupun lagu klasik Eropa.

_MG_1535
Suasana Taman Suropati yang asri, membantu para anggota komunitas TSC untuk belajar bermain musik.

TSC bermula dari pengalaman Agustinus di tahun 2006. “Di tahun itu, saya mengikuti workshop keroncong di Den Haag, Belanda. Di sana saya melihat beberapa musisi memainkan musik di taman kota dan tiba-tiba terpikirkan untuk melakukan hal yang sama di Tanah Air”, ungkap Agustinus.

Bersama beberapa temannya lantas ia membentuk komunitas ini. Kini, anggotanya sudah mencapai ratusan orang dengan berbagai usia dan latarbelakang pekerjaan, seperti pekerja kantoran, anak sekolah, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Bahkan, komunitas ini juga diikuti oleh beberapa ekspatriat.

_MG_1686
Tiga orang ekspatriat yang menjadi anggota TSC nampak berlatih dengan serius.

Saat berlatih, wajah mereka penuh dengan keseriusan dan kesenangan saat membaca deret partitur serta not balok dari sebuah karya lagu tradisional Indonesia yang kemudian mereka mainkan secara bersama membentuk orkestra di taman kota.

Agustinus bercerita, ia mengagas komunitasnya karena prihatin dengan pola hidup konsumtif sebagaian besar masyarakat di Indonesia yang selalu menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. “Kami mencoba menghadirkan pilihan berkegiatan di ruang terbuka dengan belajar musik dan memperkenalkan kembali lagu-lagu daerah serta lagu wajib nasional kepada generasi muda kita”, ujar Ages.

_MG_1619
Agustinus Esti Sugen Dwiharso (Ages) salah satu penggagas komunitas Taman Suropati Chamber.

Ia berharap semoga kegiatan seperti ini bisa dicontoh di wilayah di Indonesia. Karena, menurutnya sebuah negara jika masyarakatnya semakin bisa bermain musik akan semakin mudah untuk ditata. “Sebab bermain musik itu menekankan kepada kerjasama, kesadaran untuk disiplin serta latihan untuk fokus”, menutup obrolan dengan Griya Asri.

Bagi anda yang ingin bergabung atau hanya melihat  musik orkestra di taman kota, datang saja ke Taman Suropati setiap hari Minggu sekitar jam 10.00 wib. Anda akan melihat sisi yang berbeda dari wajah Ibukota.

 

Info lebih lanjut:
Web : www.tamsurchamber.wordpress.com
FB : Komunitas Taman Suropati Chamber

(Dikutip dari Majalah Smartdesign edisi Okt’ 2012)

LEAVE A REPLY