Konsep Kantor Bergaya Warehouse

gaya indsutrial

Kayu merupakan salah satu material yang populer digunakan sebagai elemen arsitektur maupun interior. Selain memiliki serat yang indah, kayu juga mampu menciptakan kesan hangat pada sebuah ruang. Aplikasinya pun kini tak hanya sebatas penutup dinding dan lantai saja, tetapi mulai diaplikasikan sebagai bahan baku furnitur hingga elemen finishing. Maka tak heran jika kayu sering dipilih sebagai elemen utama pada sebuah bangunan.

kantor warehouse

Seperti yang tampak pada interior kantor hasil rancangan arsitek John Stanley yang juga merupakan pemilik kantor. Dengan luas 230 m2, kantor biro konsultan desain yang juga merangkap sebagai kontraktor arsitektur dan interior ini memiliki tampilan visual yang menarik.

kantor warehouse

Arsitek memilih menggunakan konsep warehouse, yaitu dengan mengolah keseluruhan elemen ruang menyerupai gudang yang menyimpan berbagai perkakas dan material. Konsep ini menggabungkan tampilan artistik khas desain arsitektural-interior dan karakter material konstruksi yang diekspos. Material industrial dalam bangunan ini hampir semuanya didesain tanpa menghilangkan karakter asli material tersebut.

kantor warehouse

Misalnya saja, guratan kasar yang masih terlihat pada kayu jati belanda yang digunakan sebagai pelapis bidang lantai dan dinding dalam bangunan ini. Tampilannya menciptakan kesan industrial dalam kantor ini. Kesan tersebut semakin dipertegas dengan adanya elemen gaya industrial lainnya, seperti krat bekas minuman ringan yang didaur ulang menjadi tempat duduk, saluran pipa serta rangkaian kabel yang diekspos pada bagian plafon yang sengaja dirancang terbuka.

kantor warehouse

Elemen bergaya industrial dalam kantor ini tampaknya membuat konsep warehouse semakin menarik. Dengan tampilan visual seperti itu, kantor ini seolah memiliki identitasnya sendiri yang berbeda dengan kantor pada umumnya. Tertarik menerapkannya pada kantor atau rumah Anda?

kantor warehouse

Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Warehouse Office” karya Mufliah Nurbaiti yang terbit di majalah ASRI edisi Mei 2014.

Foto: Ahkamul Hakim

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY