Kreativitas Ada di DNA Setiap Manusia

rumah kreatif

Siapa saja bisa menjadi kreatif. Kreativitas ada di DNA setiap manusia, yang membedakannya adalah ada yang mampu mengaktifkannya dengan maksimal, ada yang punya kecenderungan untuk mengabaikannya begitu saja. Berlatar belakang arsitek, Ary Wibowo memulai Rumah Kreatif project di tahun 2010 dengan misi menggali strength atau potensi kreatif mantan anak-anak jalanan dan mengembangkannya menjadi bisnis kreatif yang berdampak social yang dapat membawa mereka ke arah kehidupan lebih baik.

Ary Wibowo menjadi pembicara dalam acara Workshop “Creativity is Your DNA” di Living World Alam Sutera yang menjadi bagian dalam rangkaian Living World Asri Home Festival. Ary memperlihatkan bagaimana anak-anak di Rumah Kreatif mampu mengoptimalkan kreativitas mereka dengan mengubah benda-benda yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna. Ia mengambil contoh kursi yang dibuat dari plastik tutup botol air mineral yang dihancurkan.

kreatif1

“Anak-anak memiliki kemampuan imajinasi yang luar biasa, melalui bermain, mereka sebenarnya sedang melakukan proses kreatif mereka. Hanya saja, terkadang banyak kreativitas anak yang potensinya dimatikan oleh orangtuanya sendiri karena orangtua tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya diinginkan dan mampu dilakukan oleh anaknya.” ujar Ary.

Ary pun menambahkan lebih lanjut, banyak dari anak-anak yang ketika beranjak dewasa tidak menjadi pribadi yang kreatif karena potensi yang ada di dalam diri mereka tidak diaktivasi dengan baik. Kreativitas tidak selalu berkaitan dengan seni dan semacamnya, tapi hasil dari kreativitas adalah mampu memecahkan masalah yang pada akhirnya membuat kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik.

kreatif2

“Setiap orangtua wajib menggali apa yang paling disukai oleh anaknya. Anak bukanlah komoditas orangtua, jangan paksakan anak-anak untuk menjadi apa yang orangtua inginkan. Seringkali misalnya karena orangtuanya gagal menjadi pilot, lantas memaksakan sang anak menjadi pilot walaupun ia tidak berminat sama sekali.” lanjut Ary.

Peran orangtua di rumah adalah sebagai fasilitator yang sering mengamati kegemaran anak dan banyak berbincang-bincang dengannya perihal sesuatu yang disukainya. “Proses kreatif adalah berpikir dari yang belum ada menjadi ada.” tambah Ary. Menurut Ary, tidak ada batasan usia dan tidak ada kata terlambat untuk seseorang mulai mengaktivasi kreativitas dalam DNA nya, selagi ada keinginan dan niat yang kuat, serta kemauan untuk tidak berhenti belajar, mencari tahu dan menggali potensi terbaik yang terpendam dalam diri.

topeng

kreatif3

Foto: Aprillia Ramadhina

LEAVE A REPLY