Lubang Resapan Biopori untuk Penanganan Sampah Organik

Lubang Resapan Biopori untuk Penanganan Sampah Organik

Waste4change yang hadir dalam rangkaian acara Living World Asri Home Festival 2016 memberikan tips bagi para pengunjung serta masyarakat secara keseluruhan untuk mengolah sampah rumah tangga. Selain memilahnya menjadi empat kategori, yakni sampah terurai, sampah sulit terurai, sampah sisa/lainnya, serta sampah B3, sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kompos.

Seperti diketahui, sampah yang dapat digunakan untuk pengomposan ialah sampah organik atau sampah terurai, seperti sisia makanan, dedaunan, sayur, atau buah-buahan. Pengomposan dapat dibuat dalam sebuah tempat atau bila ingin lebih mudah dapat dengan mengandalkan lubang resapan biopori (LRB) di sekitar rumah. Benar, bila sebelumnya yang terpikir lubang biopori berfungsi meningkatkan resapan air, ternyata lubang tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk penanganan limbah organik.

Lubang Resapan Biopori untuk Penanganan Sampah Organik

Sampah organik atau yang mudah membusuk sisa rumah tangga cukup dimasukkan ke dalam lubang silindris yang dibuat secara vertikal ini. Kedalaman lubang berkisar 80-100 cm dengan lebar antara 10 hingga 30 cm. Tujuannya, untuk “mengaktifkan” lubang biopori. Sampah akan menjadi sumber energi bagi organisme tanah, seperti cacing untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekomposisi inilah yang akan menjadi kompos.

Nantinya, kompos dapat “dipanen” dalam kurun waktu tertentu untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Mudah, bukan? Dengan begitu, pengolahan sampah bisa lebih mudah, hasilnya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk menanam tumbuhan atau sayuran. Sayuran bisa dimakan dan akhirnya terciptalah sebuah pola hidup sehat dan ramah lingkungan.

Foto: Dok. Waste4change, Azuwit Gani

LEAVE A REPLY