Mari Tersesat dalam Labirin Seni Gamcheon Culture Village

Jika Anda penyuka dunia entertainment Korea, desa ini mungkin tak asing lagi. Gamcheon Culture Village, yang terletak di 10-13 Gamcheon-2-dong, Saha-gu, Busan, Korea Selatan merupakan sebuah pemukiman warga yang menghadirkan panorama tak biasa. Barisan kotak-kotak rumah dengan penuh warna cerah yang menanjak menuju bukit siap memukau siapa pun yang melihatnya.

Desa yang disebut juga dengan nama Taegeukdo Village ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Bermula pada masa Perang Korea, sekitar 4.000 penganut kepercayaan Taegeukdo mengungsi ke daerah tersebut lalu mendirikan sekitar 800 rumah. Taegeukdo merupakan kepercayaan yang meyakini filosofi “yin dan yang” yang kini terwujud dalam simbol merah dan biru pada bendera Korea. Sejak saat itu, tempat ini dikenal sebagai markas bagi penganut kepercayaan Taegeukdo.

thekoreaexperiment

Pola pembangunan rumah pada daerah ini juga didasarkan oleh kepercayaan yang mereka anut. Mereka membangunnya secara bertingkat agar tidak ada rumah yang menghalangi jalan rumah lainnya. Ini sesuai dengan ajaran Taegeukdo yang memperkenankan orang lain untuk juga memiliki kemudahan dan kemakmuran.

Karena bentuknya yang bertingkat itulah, Gamcheon juga dikenal sebagai “Korea’s Santorini” karena secara visual memang memiliki kemiripan dengan tampilan rumah di Santorini, atau nama “Korea’s Machu Picchu“, dan “Lego Village“.

nekoholidays

Gamcheon mungkin tak akan mendapat julukan tersebut jika pada tahun 2009 tak dilakukan sebuah perubahan. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata negeri Ginseng tersebut mengundang dan menyewa para seniman untuk “mendekorasi” ulang tempat tersebut, termasuk di dalamnya melukis dinding-dinding rumah (mural) dan sekitar sepuluh artwork dibangun dengan bantuan warga setempat. Tahun 2010 ditambahkan dua belas karya seni lainnya, seperti lukisan dalam gang-gang serta penunjuk jalan.

cnn

Kini, Gamcheon tak hanya menarik dilihat dari ketinggian, tapi juga di setiap gangnya. Anda mungkin akan terkejut dengan lukisan, patung, atau trick art yang dilihat di setiap jalan. Patung burung hingga patung “The Little Prince”, tokoh dari novel Prancis dengan judul yang sama dapat ditemui. Namun, hati-hati agar tak tersesat. Dengan bentuknya yang bertingkat dan rapat, gang pada lingkungan ini cenderung sempit dan tiap jalannya mengarah pada tiga atau bahkan empat belokan.

cnn

Untuk mencapai Gamcheon dari Busan juga tak terlalu sulit. Jika Anda sudah di Busan Station, naiklah kereta api bawah tanah Line 1 menuju Toseong Station. Lalu, keluar melalui pintu Exit 6. Setelahnya akan ada persimpangan jalan, berbeloklah ke arah kanan dan tak lama kemudian Anda akan melihat Pusan National Universty Hospital. Halte bus tepat berada di depan rumah sakit tersebut, lalu naik bus 1-1, 2, atau 2-2 dan turun di Gamcheon Elementary School.Gamcheon Culture Village akan terlihat berada di atas bukit.

Anda juga bisa pergi ke Haneul Maru Tourist Information Center and Observatory untuk mendapatkan lebih banyak informasi atau denah daerah tersebut. Dari tempat itu juga, Anda akan mendapatkan pemandangan Gamcheon yang indah. Gamcheon sendiri terbuka untuk pengunjung dari pukul 09:00 pagi hingga pukul 17:00 sore dan bebas biaya.

unpastiche

Selanjutnya, Anda dapat berkeliling dan menikmati tiap karya seni yang ada. Selain itu, dengan letak geografis Gamcheon yang seperti saat ini, membuat Anda dapat menikmati cahaya matahari dari terbit hingga terbenam. Menarik sekali, bukan? Apakah Anda siap tersesat dalam gang yang rumit, tapi indah di desa ini?

LEAVE A REPLY