Memadukan Dua Massa Bangunan Di Lahan Hook

lahan hookSatu hal yang unik dari rumah yang berdiri di atas lahan seluas 360 m² ini adalah bentuk bangunannya yang merupakan perpaduan antara massa bangunan segitiga dan massa bangunan kubus. Arsitek Riadi Basjrah dari Design Rumahkoe yang dipercaya merancang hunian ini menyatakan bahwa pemilihan bentuk segitiga tersebut didasari atas adaptasi bentuk layar yang diterapkan di atap.

lahan hookKonsep tersebut, digunakan karena ia tidak ingin rumah ini terlihat sangat tinggi dibandingkan dengan bangunan yang lain sekaligus dapat meredam sinar matahari Barat. Di massa bangunan ini ditempatkan ruang keluarga, kamar utama, dan ruang tamu. Di massa bangunan berbentuk kubus, terdapat fungsi-fungsi yang berkaitan dengan keberadaan anak.

lahan hookKedua massa bangunan tersebut kemudian dihubungkan dengan jembatan yang berada di bagian dalam bangunan. Dari luar, untuk menyatukan kedua massa bangunan yang berbeda bentuk ini, Riadi menggunakan pohon liang liu. Baginya, pohon ini menjadi transisi antara kedua massa bangunan tersebut sedangkan kalau pohon ini tidak ada, kedua massa bangunan tidak akan terlihat menyatu. Pohon liang liu ini juga menghasilkan dinamika dan menghilangkan kesan monoton.

Adapun bagian depan pada massa bangunan yang menghadap ke arah barat disiasati dengan membuat bukaan-bukaan kecil di sisi Barat sehingga masih ada udara dan sedikit cahaya matahari yang masuk. Sehingga ruang-ruang yang berada di bagian ini tetap terasa nyaman. Dengan perpaduan antara alam dan bangunan, rumah ini berhasil menghadirkan suasana rumah peristirahatan yang nyaman walaupun wajah bangunan menghadap ke arah barat.

LEAVE A REPLY