Mengenal Ragam Budaya Indonesia Lewat Festival Wayang

Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional Indonesia yang meliputi berbagai unsur seni mulai dari seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Fungsi wayang dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan. Dimulai sebagai media penerangan, dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat, hingga hiburan.

Dalam upaya mendekatkan kembali wayang kepada masyarakat, Museum Seni Rupa dan Keramik bekerjasama dengan Organisasi Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) menggelar sebuah Festival Wayang yang menghadirkan sebelas jenis wayang dari berbagai daerah Indonesia, seperti Wayang Golek Sunda, Wayang Kulit Jawa Timuran, Wayang Orang Betawi, Wayang Orang Bali dan lain sebagainya. Pembukaan festival ini berlangsung pada hari Jumat, (7/10) di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta Pusat, diisi oleh pertunjukan wayang kolaborasi 35 sutradara diantaranya seperti Sri Pandi, Dias Syawal, Tantan Sugandi dan Bagus Bagaskara. Selanjutnya festival akan berlangsung hingga 11 Oktober 2015 di Museum Wayang.

“Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah para pelaku seni, terutama di bidang pedalangan untuk lebih mengembangkan kreativitas seni mendalang. Selain itu mengingat wayang merupakan budaya bangsa yang wajib dilestarikan, diharapkan masyarakat menjadi dekat kembali dan terhibur dengan adanya pertunjukan wayang ini,” tutur Dyah Damayanti selaku Kepala Unit Pengelola Museum Seni Rupa dan Keramik.

Wayang selain sebagai tontonan juga bisa menjadi tuntunan. Beraneka ragam corak dipadukan dalam setiap penampilan wayang, cerita yang diangkat juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Alternatif hiburan semacam ini dapat membuat masyarakat semakin mengenal budaya tradisional yang ada di nusantara serta mengetahui perbedaan antara wayang Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan Betawi.

Foto: dok. panitia Festival Wayang

LEAVE A REPLY